Coretax sebagai Alat Ukur Kemiskinan yang Lebih Akurat
Data perpajakan melalui sistem Coretax berpotensi menjadi dasar pengukuran kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.36 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemanfaatan data perpajakan melalui sistem Coretax diharapkan mampu merevolusi cara pemerintah mengukur tingkat kemiskinan di Indonesia. Dengan mengakses informasi aset dan pendapatan yang tercatat secara digital, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi masyarakat secara real-time, menggantikan metode tradisional yang berbasis pengeluaran rumah tangga. Pendekatan ini dinilai lebih akurat karena mencerminkan kondisi riil keuangan masyarakat, bukan sekadar angka pengeluaran semata.
Ahli dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyatakan bahwa Coretax, jika dikelola secara optimal, mampu menjadi alat pemantauan proyeksi aset seluruh warga Indonesia. Dalam diskusi di Politeknik Statistika STIS, ia menekankan bahwa efektivitas sistem ini bergantung pada keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya wajib pajak aktif. Semakin lengkap data yang masuk, semakin presisi pemerintah dalam menentukan siapa yang layak menerima bantuan sosial.
Konsep yang disebut tax benefit diperkenalkan sebagai mekanisme baru di mana sistem perpajakan tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan negara, tetapi juga sebagai alat distribusi bantuan. Jika data pendapatan dan aset seseorang menunjukkan di bawah garis kemiskinan, otomatis sistem akan mengidentifikasi dan menyalurkan bantuan tanpa perlu proses verifikasi manual. Sebaliknya, ketika individu keluar dari kategori miskin, mereka akan mulai membayar pajak, menunjukkan perubahan status ekonomi secara otomatis.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kesiapan untuk menjajaki penggunaan data pajak sebagai salah satu pilar dalam pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Direktur Metodologi dan Sains Data BPS menegaskan bahwa saat ini pengukuran kemiskinan masih terkendala karena belum adanya data pendapatan yang komprehensif. Dengan integrasi data pajak, kualitas dan akurasi data sosial ekonomi diharapkan meningkat signifikan. Namun, proses ini tetap memerlukan kerja sama lintas kementerian serta regulasi perlindungan data pribadi yang kuat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penertiban Kendaraan Nunggak Pajak Dibantah, APPI: Tidak Ada Edaran Resmi
APPI membantah keaslian pengumuman soal razia kendaraan nunggak pajak hingga ke rumah, menegaskan tidak pernah mengeluarkan edaran semacam itu pada akhir September 2026.
11 September 2026

BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Perbaiki Akurasi Bansos
BPS mengkaji pemanfaatan data perpajakan guna meningkatkan akurasi pemetaan sosial ekonomi dan ketepatan sasaran bantuan sosial melalui DTSEN.
11 September 2026

Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah
Investor asing catatkan beli bersih senilai Rp1,95 triliun di 10 emiten utama meski IHSG turun 1,29% pada Kamis (10/9/2026).
11 September 2026

Pasar Asia Terkoreksi Akibat Lonjakan Minyak dan Inflasi AS
Bursa Asia melemah pada Jumat (11/9/2026), didorong anjloknya Kospi dan Nikkei setelah harga minyak melonjak dan data inflasi AS menunjukkan tekanan yang masih tinggi.
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


