Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Beli Saham Ini Meski IHSG Melemah

Investor asing catat pembelian bersih di 10 saham utama meski indeks turun, dengan Astra International jadi puncak pembelian.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Asing Beli Saham Ini Meski IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2026), bergerak turun ke level 5.989,02, merosot 20,49 poin atau 0,34%. Penguatan yang tidak terjadi menandai dominasi penjualan bersih dari investor asing sebesar Rp1,17 triliun. Dengan total pembelian Rp1,70 triliun dan penjualan mencapai Rp2,87 triliun, arus modal asing menunjukkan kecenderungan net sell meski beberapa emiten menarik minat beli signifikan.

Di tengah koreksi pasar, sejumlah emiten mencatat pembelian bersih tertinggi dari investor asing. PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi pemimpin dengan pembelian bersih mencapai Rp19,54 miliar, diikuti PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) sebesar Rp16,58 miliar. PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) masing-masing mendapat aliran modal asing sebesar Rp10,26 miliar dan Rp6,22 miliar. Selain itu, Gudang Garam (GGRM), United Tractors (UNTR), dan Petrosea (PTRO) juga masuk dalam daftar top pembelian.

Di sisi lain, investor asing melakukan penjualan besar-besaran pada sejumlah saham unggulan. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi saham dengan penjualan bersih terbesar, mencapai Rp844,04 miliar, disusul emiten perbankan seperti BBRI, BBCA, dan BMRI yang masing-masing tercatat penjualan bersih Rp93,66 miliar, Rp55,57 miliar, dan Rp47,16 miliar. PT Telkom (TLKM), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan Singaraja Putra (SINI) juga mengalami penjualan besar. Saham seperti Inet (INET) dan Amman Mineral (AMMN) masuk dalam jajaran top net sell dengan nilai masing-masing Rp25,70 miliar dan Rp10,40 miliar.

Volume perdagangan terbesar pada saham yang dibeli asing tercatat pada PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE) dengan 44,56 juta lembar, sementara saham PACK dan ESSA masing-masing mencatat volume beli sekitar 8,43 juta dan 6,45 juta lembar. Sementara itu, pasar tetap sensitif terhadap isu eksternal seperti perkembangan konflik global, fluktuasi harga minyak, serta rilis data ekonomi penting dari AS, Zona Euro, dan Jepang. Di dalam negeri, sentimen dari reshuffle kabinet, kebijakan short selling, dan data ekonomi makro seperti inflasi, neraca perdagangan, serta manufaktur menjadi kunci penggerak pasar hari ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya