B50 Bukan Sekadar Nama Produk, Tapi Standar Kualitas Baru
Kebijakan B50 mulai berlaku Juli 2026, menaikkan kadar biodiesel dalam solar hingga 50 persen, dengan spesifikasi teknis terpisah untuk setiap jenis produk.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penerapan kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen dalam bahan bakar minyak solar resmi berlaku mulai 1 Juli 2026, berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 257 K/EK.01/MEM.E/2026. Kebijakan ini menggantikan ketentuan sebelumnya yang mewajibkan campuran B40, dan menaikkan ambang batas penggunaan bahan bakar nabati secara signifikan. Penerapan ini tidak hanya berdampak pada produk yang sebelumnya dikenal sebagai Biosolar, tetapi juga mencakup seluruh jenis solar yang diperdagangkan di pasar nasional.
Istilah Biosolar, yang telah digunakan sejak 2008 dengan kadar B2,5, terus berkembang hingga mencapai B40 pada 2025 sebelum digantikan oleh standar B50. Namun, B50 bukan nama produk, melainkan indikator kadar biodiesel dalam campuran. Artinya, setiap jenis solar yang memenuhi kriteria 50 persen biodiesel atau FAME (Fatty Acid Methyl Ester) termasuk dalam kategori B50, terlepas dari merek atau nama dagangnya.
Spesifikasi teknis untuk solar B50 diatur secara terpisah melalui Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 75.K/MG.06/DJM/2026, yang membedakan dua jenis berdasarkan angka cetane (CN). Solar B50 dengan CN 48 dan CN 51 sama-sama harus mengandung 50 persen biodiesel, tetapi berbeda dalam batas sulfur dan kadar air. CN 48 diperbolehkan kadar sulfur maksimal 0,2 persen hingga 2027, kemudian diperketat menjadi 0,005 persen (50 ppm) mulai Desember 2027. Sementara CN 51 sudah menerapkan batas sulfur 0,005 persen sejak awal.
Kebijakan ini memberi ruang bagi industri untuk menyesuaikan pasokan dan distribusi. Badan usaha BBM yang masih memiliki stok biodiesel untuk campuran B40 diberikan waktu hingga 30 September 2026 untuk menyalurkan produk tersebut. Meski tidak secara eksplisit menyebut merek, dalam praktiknya, solar B50 CN 48 diperkirakan sesuai dengan produk Biosolar, sedangkan CN 51 identik dengan Dexlite. Tujuan utamanya adalah mempercepat transisi energi, menekan emisi karbon, dan memperkuat industri dalam negeri berbasis bahan baku sawit.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Gentengisasi Dilepas, 125 Truk Angkut 500 Ribu Keping
Pemerintah resmi melepas pengiriman 125 truk berisi 500 ribu keping genteng SNI untuk mendukung program gentengisasi nasional yang diprakarsai Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

Iuran BPJS Kesehatan Tetap Berlaku hingga 2026
Besaran iuran BPJS Kesehatan hingga Oktober 2026 mengacu pada Perpres 59/2024 dan 63/2022 tanpa perubahan, dengan skema pembayaran yang berbeda berdasarkan kategori peserta.
3 Oktober 2026

Starbucks Ditegur DPR AS atas Kehadiran di Xinjiang
Anggota DPR AS menyerukan penutupan gerai Starbucks di Xinjiang karena dinilai mendukung narasi pemerintah China yang dituding melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Uighur.
3 Oktober 2026

Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal Permanen
Jepang menerapkan aturan baru yang memperketat syarat izin tinggal permanen, termasuk pendapatan minimal dan kemampuan berbahasa Jepang, seiring kekhawatiran sosial dan kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan AI Usai Insiden Keamanan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.10 WITA

Ledakan Kecerdasan AI Dikhawatirkan, Para Ahli Minta Langkah Cepat
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 101 Kota dengan Tambahan Spektrum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

China Menarik Peneliti AI Global, Ungguli AS dalam Rekrutmen Ahli
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.08 WITA

Ponsel Minimalis Tanpa Medsos untuk Bebas Doomscrolling
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Saudi Rancang Operasi Militer Besar Hadapi Houthi di Yaman
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA

