Starbucks Ditegur DPR AS atas Kehadiran di Xinjiang
Anggota DPR AS menyerukan penutupan gerai Starbucks di Xinjiang karena dinilai mendukung narasi pemerintah China yang dituding melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Uighur.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kehadiran dua gerai baru Starbucks di wilayah Xinjiang, China, memicu protes politik dari anggota DPR Amerika Serikat. John Moolenaar, pemimpin komite khusus AS untuk China, menilai keputusan perusahaan kopi global tersebut sebagai tindakan yang "bangkrut secara moral", menekankan bahwa bisnis di wilayah yang dituduh melakukan penahanan massal terhadap warga Uighur tidak dapat dibenarkan secara etis. Ia menekankan bahwa setiap transaksi di gerai tersebut turut memperkuat citra positif pemerintah China atas kebijakan yang disebut merugikan kebebasan beragama dan budaya minoritas.
Pembukaan gerai tersebut terjadi setelah Starbucks melepas kendali operasional ritelnya di China kepada Boyu Capital, perusahaan investasi Hong Kong. Meski perusahaan menegaskan bahwa keputusan itu didasarkan pada strategi bisnis lokal, kehadiran Starbucks langsung menjadi sorotan di media sosial China, dengan video antrean panjang di gerai utama di Grand Bazaar, Urumqi, serta unggahan influencer tentang minuman edisi khusus yang mengandung unsur budaya lokal. Namun, di luar negeri, kehadiran ini justru memperkuat kritik terhadap komodifikasi wilayah yang dituding telah mengalami represi sistemik.
Organisasi hak asasi manusia, termasuk Human Rights Watch, menyatakan bahwa kehadiran merek global seperti Starbucks di Xinjiang berpotensi memberikan legitimasi terhadap narasi pemerintah China yang menyangkal adanya pelanggaran HAM. Maya Wang, wakil direktur Asia pada Human Rights Watch, menilai bahwa eksistensi perusahaan asing di kawasan tersebut memperkuat citra bahwa Xinjiang stabil dan aman, padahal sejumlah laporan menyebutkan adanya penahanan massal di kamp-kamp yang diklaim sebagai "pusat pelatihan" anti-terorisme. PBB sebelumnya juga memperingatkan kemungkinan terjadinya kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah tersebut.
Pemerintah China menolak tegas tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai "kebohongan mentah-mentah", dan menekankan bahwa Xinjiang telah mencapai stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi, serta kerukunan antaragama. Sejumlah perusahaan asing lain, termasuk Hilton dan InterContinental Hotels Group, juga menghadapi kritik serupa atas keberadaan mereka di wilayah tersebut. Beberapa analis menilai bahwa keputusan Starbucks mencerminkan transformasi strategi bisnis yang berorientasi pada pasar lokal, bukan standar etika global. Yaling Jiang dari ApertureChina menyatakan bahwa Starbucks kini beroperasi dengan perspektif China, bukan AS, sebagai kunci untuk bertahan di tengah persaingan dengan merek domestik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

B50 Bukan Sekadar Nama Produk, Tapi Standar Kualitas Baru
Kebijakan B50 mulai berlaku Juli 2026, menaikkan kadar biodiesel dalam solar hingga 50 persen, dengan spesifikasi teknis terpisah untuk setiap jenis produk.
3 Oktober 2026

Program Gentengisasi Dilepas, 125 Truk Angkut 500 Ribu Keping
Pemerintah resmi melepas pengiriman 125 truk berisi 500 ribu keping genteng SNI untuk mendukung program gentengisasi nasional yang diprakarsai Presiden Prabowo.
3 Oktober 2026

Iuran BPJS Kesehatan Tetap Berlaku hingga 2026
Besaran iuran BPJS Kesehatan hingga Oktober 2026 mengacu pada Perpres 59/2024 dan 63/2022 tanpa perubahan, dengan skema pembayaran yang berbeda berdasarkan kategori peserta.
3 Oktober 2026

Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal Permanen
Jepang menerapkan aturan baru yang memperketat syarat izin tinggal permanen, termasuk pendapatan minimal dan kemampuan berbahasa Jepang, seiring kekhawatiran sosial dan kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan AI Usai Insiden Keamanan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.10 WITA

Ledakan Kecerdasan AI Dikhawatirkan, Para Ahli Minta Langkah Cepat
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 101 Kota dengan Tambahan Spektrum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

China Menarik Peneliti AI Global, Ungguli AS dalam Rekrutmen Ahli
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.08 WITA

Ponsel Minimalis Tanpa Medsos untuk Bebas Doomscrolling
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Saudi Rancang Operasi Militer Besar Hadapi Houthi di Yaman
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA

