Program Gentengisasi Dilepas, 125 Truk Angkut 500 Ribu Keping
Pemerintah resmi melepas pengiriman 125 truk berisi 500 ribu keping genteng SNI untuk mendukung program gentengisasi nasional yang diprakarsai Presiden Prabowo.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah meluncurkan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas hunian dengan melepas pengiriman 125 truk yang mengangkut 500 ribu keping genteng bersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pelepasan dilakukan di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dengan dihadiri Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perumahan serta Kawasan Permukiman. Momentum ini menjadi bentuk realisasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genteng sebagai material atap utama di rumah-rumah masyarakat.
Mendagri menekankan bahwa genteng bukan sekadar bahan bangunan, melainkan bagian dari upaya menciptakan hunian yang lebih nyaman, aman, dan sesuai dengan identitas arsitektur lokal. Dengan kemampuan menahan panas dan mengurangi suara hujan, genteng dinilai lebih unggul dibanding material seperti seng atau asbes yang masih banyak digunakan. Ia menyebut bahwa program ini sejalan dengan visi Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang menjadi pedoman kebijakan nasional.
Pengadaan genteng tersebut juga ditujukan untuk memperkuat ekonomi lokal, khususnya di daerah sentra produksi seperti Purwakarta, Majalengka, Kebumen, dan Yogyakarta. Menurut data, hanya sekitar 57 persen rumah di Indonesia yang telah menggunakan genteng, sementara sisanya masih bergantung pada material non-ramah iklim. Dengan program ini, pemerintah berharap mendorong peningkatan permintaan secara nasional, termasuk melalui kewajiban pengembang untuk memasukkan genteng tanah liat dalam proyek rumah subsidi, bantuan, dan bedah rumah.
Kebijakan ini juga didukung oleh keterlibatan sektor UMKM di Purwakarta, yang turut memproduksi genteng sesuai standar nasional. Rencananya, distribusi genteng akan menjangkau berbagai wilayah di Jawa Barat, khususnya daerah dengan tingkat penetrasi genteng masih rendah. Dengan adanya dorongan dari pemerintah pusat dan dukungan kebijakan dari kementerian terkait, diharapkan program gentengisasi dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas, mulai dari produksi hingga logistik, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

B50 Bukan Sekadar Nama Produk, Tapi Standar Kualitas Baru
Kebijakan B50 mulai berlaku Juli 2026, menaikkan kadar biodiesel dalam solar hingga 50 persen, dengan spesifikasi teknis terpisah untuk setiap jenis produk.
3 Oktober 2026

Iuran BPJS Kesehatan Tetap Berlaku hingga 2026
Besaran iuran BPJS Kesehatan hingga Oktober 2026 mengacu pada Perpres 59/2024 dan 63/2022 tanpa perubahan, dengan skema pembayaran yang berbeda berdasarkan kategori peserta.
3 Oktober 2026

Starbucks Ditegur DPR AS atas Kehadiran di Xinjiang
Anggota DPR AS menyerukan penutupan gerai Starbucks di Xinjiang karena dinilai mendukung narasi pemerintah China yang dituding melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Uighur.
3 Oktober 2026

Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal Permanen
Jepang menerapkan aturan baru yang memperketat syarat izin tinggal permanen, termasuk pendapatan minimal dan kemampuan berbahasa Jepang, seiring kekhawatiran sosial dan kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.13 WITA

OpenAI Hentikan Sementara Pelatihan AI Usai Insiden Keamanan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.10 WITA

Ledakan Kecerdasan AI Dikhawatirkan, Para Ahli Minta Langkah Cepat
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

XLSmart Perluas Jaringan 5G ke 101 Kota dengan Tambahan Spektrum
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.09 WITA

China Menarik Peneliti AI Global, Ungguli AS dalam Rekrutmen Ahli
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.08 WITA

Ponsel Minimalis Tanpa Medsos untuk Bebas Doomscrolling
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Harga HP Naik Akibat Lonjakan Biaya Memori, Qualcomm Prediksi Normalisasi Akhir 2027
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.07 WITA

Saudi Rancang Operasi Militer Besar Hadapi Houthi di Yaman
Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.06 WITA

