Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros

Pengadilan AS resmi menyetujui kesepakatan damai merger dua raksasa hiburan, membuka jalan selesainya transaksi senilai US$111 miliar pada 6 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hakim Araceli Martínez-Olguín dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat secara resmi menyetujui kesepakatan damai antara Paramount dan koalisi 12 jaksa agung negara bagian. Keputusan ini menjadi penanda akhir dari perjalanan hukum panjang yang menghambat penggabungan dua perusahaan film dan media besar. Dengan persetujuan ini, proses merger yang melibatkan Warner Bros. Discovery dan Paramount dapat diselesaikan pada 6 Oktober 2026, setelah sebelumnya mendapatkan izin dari regulator di 68 yurisdiksi global, termasuk Departemen Kehakiman AS.

Kesepakatan yang disetujui mencakup sejumlah kewajiban ketat bagi entitas gabungan. Di antaranya, larangan menjual kompleks studio di California selama lima tahun, komitmen investasi tambahan sebesar US$300 juta per tahun untuk produksi film di AS, serta target minimal 30 film bioskop dalam dua tahun pertama operasi. Selain itu, dibentuk dewan independen untuk mengawasi standar jurnalistik di CNN dan CBS News, sebagai bentuk jaminan keberlanjutan integritas konten.

Meski mendapat kritik dari sejumlah pihak, termasuk senator dan kelompok yang khawatir terhadap penurunan persaingan, hakim menilai kompromi ini sebagai solusi yang realistis dan hukumnya sah. Ia menegaskan bahwa meskipun tidak semua pihak puas, penyelesaian ini tidak melanggar hukum dan jauh lebih efisien dibandingkan melanjutkan proses persidangan yang berkepanjangan. “Ini adalah penyelesaian yang sehat secara prosedural dan wajar secara hukum,” ujarnya dalam putusannya.

Ketika transaksi selesai, entitas baru akan menggabungkan studio film, layanan streaming HBO Max dan Paramount+, serta jaringan televisi seperti CBS, CNN, MTV, TBS, Comedy Central, dan Food Network. Waralaba besar seperti Harry Potter, Game of Thrones, DC Universe, Yellowstone, Mission: Impossible, Top Gun, dan Nickelodeon akan berada di bawah satu kepemilikan. David Ellison akan menjadi pemimpin utama, didampingi Ynon Kreiz sebagai co-CEO, sementara Casey Bloys akan mengelola bisnis streaming. David Zaslav, sang CEO Warner Bros. Discovery, akan mundur dengan kompensasi senilai lebih dari US$550 juta.

Pendanaan transaksi ini didukung oleh ekuitas sebesar US$46,7 miliar dari Larry Ellison, pendiri Oracle, serta dana dari dana kekayaan negara Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang menguasai 38,5 persen saham gabungan. Dengan penyelesaian ini, industri hiburan global menghadapi transformasi besar, dengan fokus pada integrasi konten, ekspansi global, dan stabilitas jangka panjang bagi pemegang saham dan karyawan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya