Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September

Realisasi pendanaan pasar modal mencapai Rp169,5 triliun dari 148 emisi hingga September, didorong minat investor yang terus meningkat dan antrean emisi sebesar Rp27,61 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar modal Indonesia berhasil menyerap dana sebesar Rp169,5 triliun hingga akhir September 2026 melalui 148 emisi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan. Angka ini menunjukkan peran strategis pasar modal sebagai saluran pembiayaan utama bagi sektor swasta, terlepas dari dinamika ekonomi global dan tekanan pasar yang terus berlangsung. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK menegaskan bahwa aktivitas pendanaan tetap stabil dan bahkan menunjukkan momentum positif.

Sejumlah perusahaan masih dalam proses persiapan untuk melakukan penawaran umum, dengan total nilai emisi yang menunggu di pipeline mencapai Rp27,61 triliun. Angka ini menggambarkan tingginya minat sektor korporasi untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Dalam kesempatan yang sama, pihak OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa proses pengajuan masih terus berjalan secara intensif, menandakan kembali kredibilitas dan daya tarik pasar modal sebagai wadah investasi.

Di sisi investor, jumlah pelaku pasar ritel terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga akhir September, jumlah investor dengan identitas SID telah mencapai 32,17 juta orang, meningkat lebih dari 12 juta dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 57,96 persen dalam waktu satu tahun, menunjukkan semakin kuatnya minat publik terhadap instrumen pasar modal. Peningkatan ini juga menjadi indikator kesehatan pasar yang terus berkembang secara inklusif.

Dalam ranah keuangan derivatif, OJK telah memberikan persetujuan prinsip kepada 113 pihak, sementara volume transaksi mencapai 379.443 lot sepanjang tahun. Di sektor bursa karbon, tercatat 160 pengguna jasa telah terdaftar, dengan volume transaksi mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dan nilai akumulatif transaksi sebesar Rp93,97 miliar. Kinerja ini menunjukkan bahwa sektor keuangan derivatif dan bursa karbon tetap aktif dan berkontribusi terhadap diversifikasi pasar keuangan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya