Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pramono Ajak Jakarta Tiru Model Hunian New York

Gubernur DKI Jakarta mengungkapkan belajar dari kebijakan hunian layak Wali Kota New York untuk perbaikan sistem perumahan di Jakarta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pramono Ajak Jakarta Tiru Model Hunian New York📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa pengelolaan hunian layak di ibu kota kini menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan perumahan. Ia menyebut telah mengambil pelajaran dari pendekatan yang diterapkan oleh Wali Kota New York, Zohran Mamdani, khususnya dalam program pembangunan gedung bertingkat yang menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat tidak mampu. Menurutnya, model mixed-use yang diterapkan di New York menjadi referensi strategis untuk meningkatkan akses perumahan yang terjangkau di Jakarta.

Pramono menekankan bahwa ketersediaan hunian layak di Jakarta tidak kalah dari New York, namun kendala utama terletak pada pelaksanaan dan pengawasan. Banyak warga yang mendapatkan hunian gratis justru menyerahkan atau menyewakan unit tersebut kepada pihak lain, sehingga hak penghunian tidak tepat sasaran. Kasus tersebut pernah terjadi di Rusun Jagakarsa, tempat yang sebelumnya menjadi lokasi pemukiman warga dari area pemakaman umum.

Untuk menangani persoalan ini, Pramono memerintahkan dinas terkait melakukan penertiban administrasi secara ketat. Tujuannya adalah menciptakan sistem yang transparan, terbuka, dan akuntabel agar setiap unit hunian benar-benar dinikmati oleh kelompok yang berhak. Ia menegaskan bahwa penataan ini menjadi prioritas dalam sisa masa jabatannya, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Upaya tersebut didukung oleh rencana penyusunan Ranperda Rumah Susun yang mengintegrasikan fasilitas publik seperti sekolah, pasar, dan transportasi. Kebijakan ini dirancang untuk memastikan hunian bukan hanya layak secara fisik, tetapi juga inklusif secara sosial dan ekonomi. Targetnya meluas hingga menjangkau Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT), yang meski di atas kriteria miskin, masih kesulitan mengakses perumahan komersial.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya