Ruffalo Serukan Perlawanan Melawan Akuisisi Media Raksasa
Aktor Mark Ruffalo mengecam keras keputusan hakim AS yang menyetujui merger Paramount dan Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar, menyebutnya ancaman bagi kebebasan berekspresi dan keselamatan kerja pekerja media.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Putusan pengadilan distrik AS yang memperbolehkan penggabungan raksasa media Paramount dan Warner Bros. Discovery menuai kecaman tajam dari aktor Mark Ruffalo. Ia menyatakan kekecewaan mendalam atas keputusan yang dianggap merugikan keberagaman narasi, mengancam kebebasan berpendapat, serta membahayakan pekerjaan jutaan karyawan di sektor hiburan dan media. Dalam pernyataan resmi, Ruffalo menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bagian dari tren konsolidasi yang memperkuat dominasi kelompok oligarki atas informasi dan kreativitas publik.
Melalui media sosial, Ruffalo menggarisbawahi bahwa perlawanan publik masih berlangsung meski proses hukum telah selesai. Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan hanya menentang satu akuisisi, tetapi memperjuangkan prinsip demokrasi informasi yang adil dan terbuka. Ia menyerukan keterlibatan masyarakat luas untuk menolak dominasi korporasi yang memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan umum, terutama di tengah keberadaan dana asing yang kurang transparan dalam struktur kepemilikan.
Kritik Ruffalo muncul di tengah kekhawatiran atas dampak finansial besar dari merger tersebut. Entitas gabungan diprediksi akan menanggung utang lebih dari US$80 miliar, yang berpotensi memicu PHK besar-besaran. Data dari Departemen Peluang Ekonomi L.A. County menunjukkan sekitar 2.495 pekerjaan di Los Angeles dan hampir 6.000 posisi global terancam terhapus. Meski manajemen Paramount menegaskan bahwa penggabungan akan menciptakan lapangan kerja baru, kekhawatiran terhadap efisiensi dan penghematan biaya tetap mengemuka.
Ruffalo sebelumnya juga menyuarakan kekhawatiran terhadap konsentrasi kontrol media dalam satu keluarga, terutama dengan keterlibatan David Ellison yang memiliki hubungan erat dengan kekuasaan politik. Perdebatan sengit dengan Gubernur California Gavin Newsom pada ajang Primetime Emmy Awards menjadi bukti ketegangan yang terus berlanjut. Meski proses merger diperkirakan rampung pada 6–8 Oktober, bayang-bayang PHK dan keterpurukan kreativitas tetap menghantui industri kreatif global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September
Realisasi pendanaan pasar modal mencapai Rp169,5 triliun dari 148 emisi hingga September, didorong minat investor yang terus meningkat dan antrean emisi sebesar Rp27,61 triliun.
3 Oktober 2026

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
BRI meluncurkan BRImo Junior, layanan perbankan digital khusus anak usia hingga 17 tahun, sebagai upaya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dengan pendampingan orang tua.
3 Oktober 2026

Skydance Resmi Jadi Identitas Baru Gabungan Paramount dan WBD
Gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery resmi beroperasi dengan nama Skydance, mulai 6 Oktober 2026, dengan tujuan menjaga warisan kreatif dan memperkuat daya saing global.
3 Oktober 2026

Inflasi Australia Tembus 4 Persen, Didorong Kenaikan Harga Perumahan
Inflasi tahunan Australia mencapai 4 persen pada Agustus, didorong kenaikan harga perumahan dan transportasi, sementara suku bunga dinaikkan ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Danantara Perkuat Transisi Energi dengan Proyek Etanol Bertahap
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.22 WITA

Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Belgia dan Polandia Sabet Kemenangan Telak di Laga UEFA Nations League
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Veda Ega Siapkan Modal Positif di Sirkuit Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Pelatih Bangladesh Protes Tambahan Waktu Lawan Indonesia
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Veda Ega Terpaut dari Hakim Danish di FP2 Moto3 Jepang
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Sprint Race MotoGP Jepang 2026 Siap Digelar di Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Lima Tersangka Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Ditetapkan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.13 WITA

