Inflasi Australia Tembus 4 Persen, Didorong Kenaikan Harga Perumahan
Inflasi tahunan Australia mencapai 4 persen pada Agustus, didorong kenaikan harga perumahan dan transportasi, sementara suku bunga dinaikkan ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Tingkat inflasi tahunan di Australia mencapai 4 persen pada bulan Agustus, menurut data resmi yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Australia. Angka ini melonjak dari 3,5 persen pada bulan sebelumnya dan menandai kenaikan signifikan dalam tekanan harga konsumen. Indeks Harga Konsumen (IHK) menunjukkan tekanan yang konsisten, khususnya pada sektor perumahan dan transportasi, yang menjadi pemicu utama kenaikan harga secara menyeluruh.
Peningkatan harga perumahan mencatat kenaikan sebesar 5,7 persen dalam 12 bulan terakhir, sementara biaya transportasi naik 5,6 persen, sebagian besar dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar. Rata-rata terpangkas tahunan, indikator inflasi mendasar yang menghilangkan fluktuasi ekstrem, tetap stabil di level 3,6 persen untuk ketiga bulan berturut-turut, menunjukkan bahwa tekanan harga tetap kuat meski tidak mengalami percepatan ekstrem.
Sehari sebelum rilis data inflasi, bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), memutuskan menaikkan suku bunga pasar uang (cash rate target) dari 4,35 persen menjadi 4,60 persen—angka tertinggi sejak November 2011. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang berkepanjangan, dengan alasan utama meliputi dampak dari perkembangan kecerdasan buatan yang mempercepat aktivitas ekonomi dan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi.
Ekonom mengamati bahwa perkiraan pasar sebelumnya menduga inflasi akan mencapai 4,1 persen, sehingga angka yang dirilis sedikit lebih rendah dari ekspektasi, tetapi tetap menunjukkan tekanan yang perlu ditangani secara ketat. Peningkatan suku bunga ini diharapkan dapat menekan permintaan agregat dan mencegah inflasi menjadi lebih dalam dalam jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September
Realisasi pendanaan pasar modal mencapai Rp169,5 triliun dari 148 emisi hingga September, didorong minat investor yang terus meningkat dan antrean emisi sebesar Rp27,61 triliun.
3 Oktober 2026

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
BRI meluncurkan BRImo Junior, layanan perbankan digital khusus anak usia hingga 17 tahun, sebagai upaya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak dini dengan pendampingan orang tua.
3 Oktober 2026

Ruffalo Serukan Perlawanan Melawan Akuisisi Media Raksasa
Aktor Mark Ruffalo mengecam keras keputusan hakim AS yang menyetujui merger Paramount dan Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar, menyebutnya ancaman bagi kebebasan berekspresi dan keselamatan kerja pekerja media.
3 Oktober 2026

Skydance Resmi Jadi Identitas Baru Gabungan Paramount dan WBD
Gabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery resmi beroperasi dengan nama Skydance, mulai 6 Oktober 2026, dengan tujuan menjaga warisan kreatif dan memperkuat daya saing global.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Danantara Perkuat Transisi Energi dengan Proyek Etanol Bertahap
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.22 WITA

Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Belgia dan Polandia Sabet Kemenangan Telak di Laga UEFA Nations League
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Veda Ega Siapkan Modal Positif di Sirkuit Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Pelatih Bangladesh Protes Tambahan Waktu Lawan Indonesia
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Veda Ega Terpaut dari Hakim Danish di FP2 Moto3 Jepang
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Sprint Race MotoGP Jepang 2026 Siap Digelar di Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Lima Tersangka Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Ditetapkan
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.13 WITA

