Jaksa Agung Bolivia Ditangkap Terkait Dugaan Keterlibatan Narkoba
Jaksa Agung Bolivia Roger Mariaca ditangkap oleh otoritas setempat, dua hari setelah AS mencabut visa-nya atas dugaan keterlibatan dengan kartel narkoba.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.13 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pihak kepolisian Bolivia telah mengonfirmasi penangkapan Jaksa Agung Roger Mariaca, yang terjadi hanya dua hari setelah Amerika Serikat mencabut izin masuknya. Penangkapan ini dilakukan dalam konteks penyelidikan mendalam terhadap dugaan keterlibatan pejabat tinggi dalam jaringan perdagangan narkoba. Sumber dari Kementerian Pemerintahan menyatakan bahwa tindakan penangkapan telah dipastikan berlangsung sesuai prosedur hukum.
Selain Mariaca, seorang jaksa dari wilayah Santa Cruz, Alberto Zeballos, juga turut diamankan. Keduanya termasuk dalam daftar hampir 20 individu yang diidentifikasi oleh Kementerian Luar Negeri AS sebagai pihak yang diduga memiliki hubungan langsung dengan perdagangan narkoba atau terlibat dalam konspirasi melawan pemerintahan. Penangkapan ini disertai penggerebekan kantor kejaksaan di ibu kota Sucre, yang terekam dalam video beredar di media sosial.
Kepala komunikasi kantor kejaksaan, Claudia Pardo, mengecam tindakan penangkapan sebagai intervensi ilegal yang merusak kedaulatan hukum negara. Ia menegaskan bahwa penangkapan dilakukan tanpa koordinasi yang memadai dengan institusi hukum nasional. Hingga saat ini, kantor Kejaksaan Agung dan kantor jaksa Santa Cruz belum merilis pernyataan resmi terkait kejadian tersebut.
AS sebelumnya menyatakan bahwa Mariaca diduga menerima suap untuk membantu para pelaku narkoba lolos dari jerat hukum dan memfasilitasi perdagangan ilegal. Namun, Kejaksaan Agung Bolivia membantah tudingan tersebut, menyebut kebijakan AS sebagai bentuk campur tangan politik yang tidak berdasar. Pihak kejaksaan menegaskan bahwa langkah AS merupakan upaya menekan otoritas hukum nasional dan merusak proses peradilan yang independen.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengadilan AS Setujui Merger Paramount dan Warner Bros
Pengadilan AS resmi menyetujui kesepakatan damai merger dua raksasa hiburan, membuka jalan selesainya transaksi senilai US$111 miliar pada 6 Oktober 2026.
3 Oktober 2026

Lima Tersangka Kasus Korupsi Motor Listrik MBG Ditetapkan
Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka, termasuk seorang perwira TNI, dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik program Makan Bergizi Gratis senilai Rp1,2 triliun.
3 Oktober 2026

Penyelidikan Kembali Kasus Kekerasan Seksual di Cornell
Jaksa New York membuka kembali penyelidikan dugaan pemerkosaan massal di Universitas Cornell, menyusul gugatan korban anonim yang menuding kelalaian institusi dan keterlibatan tujuh mahasiswa.
3 Oktober 2026

Hampir 2 Ribu Orang Ditangkap Akibat Aksi Protes Siswa di Prancis
Aksi unjuk rasa siswa dan mahasiswa di Prancis yang memicu kerusuhan menelan hampir 2 ribu orang ditangkap sejak September, didorong oleh keluhan atas kekurangan guru dan kondisi sekolah yang memprihatinkan.
3 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pasar Modal Serap Dana Rp169,5 Triliun hingga September
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA

BRI Perkenalkan BRImo Junior untuk Bangun Literasi Keuangan Anak
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.23 WITA

Danantara Perkuat Transisi Energi dengan Proyek Etanol Bertahap
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.22 WITA

Ruffalo Serukan Perlawanan Melawan Akuisisi Media Raksasa
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.19 WITA

Skydance Resmi Jadi Identitas Baru Gabungan Paramount dan WBD
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Belgia dan Polandia Sabet Kemenangan Telak di Laga UEFA Nations League
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.16 WITA

Veda Ega Siapkan Modal Positif di Sirkuit Motegi
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

Pelatih Bangladesh Protes Tambahan Waktu Lawan Indonesia
Sabtu, 3 Oktober 2026, 09.15 WITA

