Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Produktivitas Terminal Petikemas Naik 70% Pasca-Merger

Lima tahun setelah integrasi, produktivitas terminal petikemas Pelindo melonjak lebih dari 70% berkat standardisasi layanan dan peningkatan efisiensi operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Produktivitas Terminal Petikemas Naik 70% Pasca-Merger📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Transformasi pengelolaan terminal petikemas oleh PT Pelindo Terminal Petikemas dalam lima tahun terakhir menunjukkan hasil nyata, terutama dalam peningkatan produktivitas hingga lebih dari 70 persen. Peningkatan ini didorong oleh serangkaian perbaikan sistemik, mulai dari penyelarasan prosedur operasional hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dampak langsungnya terasa pada pengurangan waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan, yang berdampak pada efisiensi logistik secara keseluruhan.

Penerapan sistem operasional terpadu, termasuk penggunaan Terminal Operating System (TOS) secara seragam di seluruh dari 32 terminal, menjadi fondasi utama transformasi. Dengan integrasi ini, peralatan dari terminal yang memiliki kelebihan kapasitas dapat dialihkan ke yang kekurangan, sehingga memperbaiki kinerja secara merata. Pembenahan ini juga mencakup modernisasi peralatan di sejumlah lokasi yang sebelumnya mengalami keterbatasan teknis, sehingga mendorong peningkatan kapasitas bongkar muat.

Peningkatan kinerja operasional ini tidak hanya menguntungkan operator pelabuhan, tetapi juga memberi manfaat besar bagi perusahaan pelayaran. Perwakilan Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menyebut perbaikan layanan Pelindo telah dirasakan secara luas, terutama dalam hal konsistensi waktu dan efisiensi operasional kapal. Menurut mereka, kunci utama keberhasilan adalah keteraturan layanan yang memungkinkan perencanaan operasional yang lebih akurat dan dapat diprediksi.

Meski telah mencapai kemajuan signifikan, tantangan masih ada, terutama dalam menjaga konsistensi layanan di seluruh wilayah Indonesia. Perbedaan kondisi geografis, seperti tidal window di pelabuhan sungai, serta variasi spesifikasi peralatan, membuat kinerja antar-terminal belum sepenuhnya seragam. Pengamat supply chain dari ITS menekankan bahwa standardisasi proses dan sistem perlu diimbangi dengan penyesuaian realistis terhadap karakteristik setiap lokasi agar hasilnya benar-benar merata dan berkelanjutan.

Peningkatan produktivitas juga membuka peluang ekspansi bisnis, termasuk pembukaan rute pelayaran baru dan kolaborasi antarkorporasi. Dengan efisiensi yang lebih tinggi, pelabuhan menjadi lebih kompetitif dalam jaringan logistik nasional dan internasional. Tujuan jangka panjang tetap berfokus pada penurunan biaya logistik nasional melalui penguatan ekosistem maritim yang terintegrasi, sekaligus menjaga daya saing industri pelayaran di tengah tekanan ekonomi global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya