Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp205 M, Saham Bank dan Teknologi Jadi Incaran

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp205 miliar di pasar saham Indonesia hingga tengah hari, meski IHSG bertahan di zona positif dengan kenaikan ke level 6.038,99.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Asing Jual Bersih Rp205 M, Saham Bank dan Teknologi Jadi Incaran📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir sesi I perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, di level 6.038,99, menguat 0,03% atau naik 2,10 poin. Meski bergerak menguat, pasar mengalami aliran keluar modal asing yang signifikan, mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp205 miliar. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp1,41 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp1,61 triliun, menunjukkan dominasi penjualan dibanding pembelian.

Di tengah tekanan penjualan, sejumlah emiten justru menjadi incaran investor asing. PT Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham paling banyak dibeli asing dengan net buy sebesar Rp27,90 miliar, disusul PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) yang mencatat net buy Rp18,02 miliar dan volume transaksi 611,43 juta saham. Sementara itu, PT Bukit Uluwatu Villa (BUVA), PT Ultrajaya Milk Industry (ULTJ), dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) juga mengalami akumulasi asing masing-masing senilai Rp13,17 miliar, Rp11,63 miliar, dan Rp9,54 miliar.

Di sisi lain, saham-saham yang mengalami tekanan jual terbesar berasal dari emiten perbankan dan komoditas. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi yang paling banyak dilepas asing dengan net sell mencapai Rp74,18 miliar, disusul PT Bumi Resources (BUMI) dengan penjualan bersih Rp29,45 miliar, PT Amman Mineral (AMMN) sebesar Rp28,99 miliar, dan PT Timah (TINS) dengan nilai jual bersih Rp23,55 miliar. PT Telkom Indonesia (TLKM) juga mengalami penjualan bersih Rp17,60 miliar.

Pasar keuangan Indonesia diprediksi akan cenderung lebih stabil sepanjang pekan ini, 5–9 Oktober 2026, setelah volatilitas pada pekan sebelumnya. Penguatan rupiah dan IHSG yang terjadi akhir pekan lalu memberikan optimisme. Namun, sentimen pasar tetap rentan terhadap gejolak global, termasuk ketegangan AS-Iran, situasi di Selat Hormuz, dan fluktuasi harga minyak pasca-pertemuan OPEC. Kenaikan imbal hasil obligasi global serta perkembangan ekonomi domestik seperti cadangan devisa, keyakinan konsumen, dan penjualan ritel menjadi faktor penentu sentimen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya