Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Tutup 670 Bank, Fokus Perkuat Sistem Keuangan

Pemerintah China menutup lebih dari 670 bank pada 2025, sebagian besar di wilayah pedesaan, sebagai bagian dari upaya konsolidasi sistem perbankan demi stabilitas dan pengawasan yang lebih ketat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
China Tutup 670 Bank, Fokus Perkuat Sistem Keuangan📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China telah menutup lebih dari 670 lembaga perbankan sepanjang tahun 2025, mencatat rekor penutupan terbanyak dalam sejarah. Angka ini setara dengan hampir 25 persen dari total bank yang beroperasi di negara itu, menunjukkan langkah strategis yang diambil regulator untuk menyelaraskan struktur sistem keuangan. Kebijakan ini tidak disebabkan oleh krisis likuiditas massal, melainkan sebagai respons terhadap kelemahan struktural di sektor perbankan, khususnya di wilayah pedesaan dan kota kecil.

Sebagian besar bank yang ditutup berlokasi di daerah pedesaan, yang dikenal memiliki kualitas aset rendah, modal terbatas, dan tata kelola yang belum optimal. Kondisi ini diperparah oleh tekanan ekonomi internal, termasuk deflasi berkepanjangan, suku bunga yang rendah, serta krisis sektor properti yang berdampak langsung pada kinerja keuangan institusi kecil. Dalam konteks ini, penutupan bank menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi risiko sistemik dan mempercepat konsolidasi sektor perbankan.

Regulator utama, National Financial Regulatory Administration (NFRA), menekankan bahwa tindakan ini bertujuan menyederhanakan struktur perbankan dan meminimalkan potensi gangguan likuiditas dari institusi kecil yang rentan. Menurut analis senior dari East Asian Institute, National University of Singapore, Jason Bedford, langkah tersebut merupakan yang paling masif dalam sejarah China, menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi sistem keuangan. “Ini bukan tanda kegagalan, melainkan rencana perbaikan sistemik yang terukur,” ujarnya.

Dalam empat tahun terakhir, jumlah bank di China turun sebesar 23 persen, kini berada di angka 3.139 entitas. Laporan dari Fitch sebelumnya juga menyoroti kerentanan bank pedesaan dan regional, yang meskipun hanya menyumbang sebagian kecil dari total keuntungan, tetap menjadi bagian paling rentan dalam struktur perbankan. Dengan penutupan yang terus berlanjut, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap semua level bank, termasuk yang beroperasi di tingkat kota, untuk memastikan ketahanan sistem keuangan secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya