Asing Likuidasi Jumbo, IHSG Terpuruk 1,29%
IHSG turun 1,29% ke level 6.591,90 akibat aksi jual bersih asing senilai Rp1,95 triliun di 10 saham unggulan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (10/9/2026), melemah sebesar 1,29% atau 86,30 poin, menutup sesi di posisi 6.591,90. Penurunan ini menjadi lanjutan dari tren pelemahan sebelumnya, yang dipicu oleh aktivitas penjualan besar-besaran oleh investor asing di sejumlah emiten utama. Volume perdagangan mencapai 41,24 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp19,76 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,52 juta kali, menunjukkan tingkat likuiditas yang cukup tinggi meski di tengah tekanan pasar.
Dalam sehari perdagangan, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai total Rp1,95 triliun. Dari total tersebut, sebesar Rp747,51 miliar berasal dari pasar reguler, sementara sisanya, Rp1,20 triliun, terjadi di pasar negosiasi dan tunai. Aksi likuidasi ini terfokus pada sejumlah saham kapitalisasi besar yang menjadi favorit asing, terutama di sektor perbankan, telekomunikasi, dan energi. Pergerakan ini mencerminkan penyesuaian portofolio yang lebih hati-hati di tengah ketidakpastian pasar global.
Dari data terkini, sepuluh saham dengan nilai penjualan bersih asing tertinggi meliputi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan nilai Rp549,72 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar Rp218,86 miliar. Di posisi ketiga, PT Indosat Tbk. (ISAT) tercatat menjual bersih Rp142,78 miliar. Sementara itu, emiten seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Indika Energy Tbk. (INDY), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) juga mengalami penjualan besar-besaran, masing-masing di atas Rp50 miliar.
Sementara itu, saham-saham lain yang turut menjadi sasaran penjualan asing antara lain PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai penjualan bersih masing-masing berkisar antara Rp22,64 miliar hingga Rp42,51 miliar. Keberlanjutan tren ini menandakan bahwa investor asing tetap menilai sejumlah emiten sebagai potensi risiko, terutama dalam konteks fluktuasi nilai tukar dan pergerakan suku bunga global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penertiban Kendaraan Nunggak Pajak Dibantah, APPI: Tidak Ada Edaran Resmi
APPI membantah keaslian pengumuman soal razia kendaraan nunggak pajak hingga ke rumah, menegaskan tidak pernah mengeluarkan edaran semacam itu pada akhir September 2026.
11 September 2026

BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Perbaiki Akurasi Bansos
BPS mengkaji pemanfaatan data perpajakan guna meningkatkan akurasi pemetaan sosial ekonomi dan ketepatan sasaran bantuan sosial melalui DTSEN.
11 September 2026

Coretax sebagai Alat Ukur Kemiskinan yang Lebih Akurat
Data perpajakan melalui sistem Coretax berpotensi menjadi dasar pengukuran kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
11 September 2026

Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah
Investor asing catatkan beli bersih senilai Rp1,95 triliun di 10 emiten utama meski IHSG turun 1,29% pada Kamis (10/9/2026).
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


