Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bahlil Percepat Listrik Gratis di Jabar, 25 Ribu Rumah Sasaran 2026

Pemerintah terus perluas akses listrik gratis di Jawa Barat, dengan target 25 ribu rumah tangga pada 2026 melalui program BPBL dan Lisdes.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.06 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 105x dibuka
Bahlil Percepat Listrik Gratis di Jabar, 25 Ribu Rumah Sasaran 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, meninjau langsung pelaksanaan program bantuan listrik di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, pada Kamis (15/10). Kunjungan ini bertujuan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran serta mengevaluasi kondisi infrastruktur kelistrikan yang sedang diperkuat. Kehadirannya menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat inklusi energi bagi masyarakat kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Jawa Barat menargetkan 25 ribu rumah tangga pada tahun 2026. Hingga saat ini, sebanyak 12.327 rumah telah menikmati aliran listrik secara gratis. Di Kabupaten Karawang, alokasi tahun 2026 mencapai 683 unit, dengan 299 rumah telah menyala, 360 lainnya telah selesai instalasi, dan 24 masih dalam proses pemasangan. Program ini juga melanjutkan capaian tahun sebelumnya yang menjangkau 915 rumah tangga di wilayah tersebut.

Di Desa Muara Baru, program Listrik Desa (Lisdes) tahun anggaran 2025 telah berhasil memberikan akses listrik langsung kepada 93 rumah tangga. Sebelumnya, meskipun sudah teraliri listrik, kondisi tegangan rendah menghambat kualitas pemanfaatan. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melakukan peningkatan infrastruktur dengan memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA dan menambah tiang listrik baru guna menjamin pasokan listrik yang stabil dan optimal.

Bantuan BPBL menutupi biaya awal pasang listrik yang mencapai sekitar Rp2 juta per rumah, sehingga masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki sambungan mandiri tanpa beban finansial. Penerima mendapatkan fasilitas lengkap: tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu kotak kontak, serta sistem pembumian. Selain itu, disediakan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan listrik 900 VA, dan token perdana senilai Rp100.000.

Peningkatan target program dilakukan secara bertahap dan agresif, dengan proyeksi 30 ribu rumah tangga pada 2027. Ketersediaan cadangan daya di Jawa Barat mencapai 5.184 megawatt, menjadi fondasi utama terwujudnya program ini. Bahlil menegaskan bahwa akses listrik yang terbatas masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, bukan hanya di daerah 3T, tetapi juga di kawasan padat penduduk yang belum terlayani secara merata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya