Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bantuan Pestisida Disalurkan Atasi Serangan Tikus di Sawah Aceh Timur

Pemkab Aceh Timur menyalurkan pestisida kepada kelompok tani untuk kendalikan serangan tikus yang merusak 129,5 hektare sawah, termasuk 31 hektare gagal panen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 21.52 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bantuan Pestisida Disalurkan Atasi Serangan Tikus di Sawah Aceh Timur📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menanggapi meluasnya serangan hama tikus di lahan pertanian dengan menyalurkan bantuan pestisida kepada kelompok tani di sejumlah wilayah. Penyaluran dilakukan melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura guna meminimalisasi kerusakan tanaman padi yang terus membesar sejak Mei 2026. Khususnya di Kecamatan Madat, wilayah paling terdampak, sebanyak 72,5 hektare dari total 129,5 hektare sawah yang terserang mengalami puso.

Bantuan pestisida diberikan secara spesifik ke lima kelompok tani di Gampong Keupula Dua, Kecamatan Pante Bidari, masing-masing menerima delapan kilogram, sehingga total distribusi mencapai 40 kilogram. Untuk wilayah Madat, khususnya Ulee Ateung dan Rambong Lop, sebanyak 20 kilogram pestisida jenis Kresnakom juga disalurkan. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman menegaskan keterbatasan stok pestisida menjadi tantangan utama dalam penanganan darurat.

Serangan hama tikus dipicu oleh kondisi banjir yang terjadi akhir-akhir ini, ditambah dengan pola tanam yang tidak serentak di berbagai gampong. Dari sembilan gampong yang terdampak di Madat, total luas tanam mencapai 662 hektare, dengan 72,5 hektare terserang dan 28 hektare mengalami gagal panen. Hal ini menunjukkan kegagalan dalam pengendalian massal dan pencegahan dini.

Dinas berkoordinasi dengan laboratorium pertanian di Peureulak untuk memperkuat penanganan di lapangan. Namun, pihaknya menekankan bahwa penanganan hama tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Petani diminta aktif dalam pencegahan sejak awal, termasuk melakukan pembersihan lahan, perbaikan pematang, dan pengendalian serentak di seluruh kawasan persawahan. Jika pengendalian dilakukan terpisah, tikus yang terusir dari satu lahan berpotensi menyerang lahan lain.

Pemerintah juga terus mengusulkan bantuan tambahan dari Pemerintah Aceh dan Kementerian Pertanian untuk memperkuat kapasitas respons. Dengan pendekatan kolaboratif dan penerapan praktik budidaya yang terintegrasi, diharapkan serangan tikus dapat ditekan secara signifikan, menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak
Nasional

Direksi dan Komisaris MKNT Mundur Serentak

Empat pejabat utama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, termasuk dua komisaris dan dua direksi, mengundurkan diri secara bersamaan, menyusul kondisi pasar saham perusahaan yang stagnan di level Rp1.

14 September 2026

Berita Lainnya