Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Barongan Blora Usung Misi Global Lewat Sinergi Ponorogo

Ponorogo dan Blora sepakat sinergi untuk usulkan Barongan Blora sebagai warisan budaya tak benda UNESCO melalui jalur perluasan Reog Ponorogo.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
Barongan Blora Usung Misi Global Lewat Sinergi Ponorogo📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kabupaten Ponorogo dan Blora menegaskan komitmen bersama dalam upaya memperkuat pelestarian seni budaya Barongan Blora melalui penandatanganan kerja sama strategis. Kegiatan ini berlangsung di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, dihadiri oleh Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita dan Bupati Blora Arief Rohman, serta perwakilan lembaga pemerintahan, seniman, dan akademisi dari kedua daerah. Penandatanganan MoU menjadi langkah konkret dalam proses pengusulan Barongan Blora sebagai warisan budaya tak benda dunia melalui jalur extension Reog Ponorogo, yang telah lebih dulu diakui oleh UNESCO.

Arief Rohman menegaskan bahwa dukungan dari Ponorogo sangat krusial dalam memastikan Barongan Blora tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mendapat pengakuan internasional. Ia menyampaikan bahwa keinginan ini muncul setelah mendapat arahan langsung dari Plt. Bupati Ponorogo saat kunjungan ke daerahnya, yang menekankan pentingnya mempercepat proses pengajuan agar tidak terkalahkan oleh kabupaten lain yang juga memiliki tradisi serupa. Ia menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk solidaritas budaya antar daerah dengan akar sejarah dan kesenian yang saling terkait.

Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyambut positif langkah Blora dan menyatakan siap menjadi mitra strategis dalam proses pengusulan. Ia menekankan bahwa pengalaman Ponorogo dalam menyelesaikan prosedur UNESCO menjadi modal berharga yang dapat diserap oleh Blora. Dukungan ini, menurutnya, bukan hanya untuk kepentingan budaya, tetapi juga sebagai upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di generasi muda. Ia berharap kerja sama ini dapat meluas ke sektor lain seperti UMKM dan pariwisata, sehingga dampaknya dirasakan secara menyeluruh.

Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan pertunjukan seni gabungan antara Reog Ponorogo dan Barongan Blora di halaman Pringgitan. Pertunjukan ini menjadi simbol sinergi budaya yang kuat antar dua wilayah. Tim asistensi UNESCO yang mendampingi proses pengajuan juga melakukan dokumentasi lapangan, termasuk wawancara dan rekaman pernyataan dukungan dari tokoh seni dan pemerintah. Lokasi yang dikunjungi meliputi Padepokan Seni Kawula Bantarangin, Pedopokan Griya Reyog Tua Siman, dan Padepokan Tari Langen Kusuma Ronowijayan Babadan, sebagai bagian dari pelengkapan arsip resmi pengusulan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya