BEI Siapkan Bukti Transformasi Pasar Modal untuk Klarifikasi MSCI
Bursa Efek Indonesia mempersiapkan dokumen dan bukti konkret untuk menjawab kajian MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia sebagai standalone market.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 128x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah mengambil langkah strategis dalam merespons kajian MSCI mengenai klasifikasi pasar modal Indonesia sebagai standalone. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya tarik pasar bagi investor global. Direktur Pengembangan BEI menegaskan bahwa sejumlah reformasi telah dilakukan secara bertahap dan terukur sejak beberapa tahun terakhir.
Salah satu upaya utama adalah memperluas transparansi pemilikan saham, kini meliputi data kepemilikan di bawah 1% yang sebelumnya hanya diungkapkan untuk saham di atas 5%. Selain itu, BEI telah mulai mengungkapkan informasi mengenai konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC) di emiten tertentu, sebagai bagian dari upaya memperbaiki struktur pasar dan mengurangi risiko sentralisasi kepemilikan.
Dalam konteks likuiditas, BEI telah mencabut aturan floor price Rp50 dan menurunkannya menjadi Rp1, serta menerapkan mekanisme short selling terbatas dengan pengendalian risiko yang ketat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan menarik minat investor institusi. Iding Pardi menekankan bahwa semua inovasi tersebut telah dikomunikasikan secara langsung kepada investor global sebagai bentuk akuntabilitas.
BEI menegaskan bahwa klasifikasi standalone bukanlah penilaian negatif, melainkan bentuk perhatian khusus terhadap pasar yang sedang dalam proses transformasi. Pihaknya akan memanfaatkan waktu hingga April 2027 untuk menyusun proposal lengkap yang didukung data nyata, termasuk pertumbuhan volume transaksi, pertumbuhan jumlah investor, dan peningkatan fundamental pasar. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa reformasi yang dilakukan telah efektif dalam meningkatkan kualitas pasar secara menyeluruh.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

