Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BEI Siapkan Bukti Transformasi Pasar Modal untuk Klarifikasi MSCI

Bursa Efek Indonesia mempersiapkan dokumen dan bukti konkret untuk menjawab kajian MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia sebagai standalone market.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 128x dibuka
BEI Siapkan Bukti Transformasi Pasar Modal untuk Klarifikasi MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah mengambil langkah strategis dalam merespons kajian MSCI mengenai klasifikasi pasar modal Indonesia sebagai standalone. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya tarik pasar bagi investor global. Direktur Pengembangan BEI menegaskan bahwa sejumlah reformasi telah dilakukan secara bertahap dan terukur sejak beberapa tahun terakhir.

Salah satu upaya utama adalah memperluas transparansi pemilikan saham, kini meliputi data kepemilikan di bawah 1% yang sebelumnya hanya diungkapkan untuk saham di atas 5%. Selain itu, BEI telah mulai mengungkapkan informasi mengenai konsentrasi kepemilikan saham tinggi (HSC) di emiten tertentu, sebagai bagian dari upaya memperbaiki struktur pasar dan mengurangi risiko sentralisasi kepemilikan.

Dalam konteks likuiditas, BEI telah mencabut aturan floor price Rp50 dan menurunkannya menjadi Rp1, serta menerapkan mekanisme short selling terbatas dengan pengendalian risiko yang ketat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan menarik minat investor institusi. Iding Pardi menekankan bahwa semua inovasi tersebut telah dikomunikasikan secara langsung kepada investor global sebagai bentuk akuntabilitas.

BEI menegaskan bahwa klasifikasi standalone bukanlah penilaian negatif, melainkan bentuk perhatian khusus terhadap pasar yang sedang dalam proses transformasi. Pihaknya akan memanfaatkan waktu hingga April 2027 untuk menyusun proposal lengkap yang didukung data nyata, termasuk pertumbuhan volume transaksi, pertumbuhan jumlah investor, dan peningkatan fundamental pasar. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa reformasi yang dilakukan telah efektif dalam meningkatkan kualitas pasar secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya