Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI dan BCTL Perkuat Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital

Kerja sama antara Bank Indonesia dan Banco Central de Timor Leste memperluas jangkauan QRIS lintas negara ke Timor Leste, memperkuat konektivitas ekonomi regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
BI dan BCTL Perkuat Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia (BI) dan Banco Central de Timor Leste (BCTL) resmi menandatangani nota kesepahaman guna mempererat kerja sama di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Gubernur BI, Destry Damayanti, dan Gubernur BCTL, Hélder Lopes, dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo 2026 di Jakarta. Acara ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar negara dalam transformasi digital sektor keuangan.

Komitmen bersama menekankan pentingnya pertukaran informasi, sinergi teknis, serta penguatan kemitraan antar bank sentral dalam mendorong inovasi keuangan. Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah pengembangan konektivitas pembayaran lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste. Melalui notifikasi tersebut, kedua pihak menyepakati penjajakan integrasi sistem pembayaran digital berbasis standar QRIS Antarnegara.

Implementasi QRIS lintas negara kini telah meluas ke tujuh negara, termasuk Timor Leste yang baru bergabung. Sebelumnya, enam negara telah terhubung melalui sistem ini, yakni China, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Dengan tambahan Timor Leste, transaksi pembayaran digital antar negara kini bisa dilakukan secara lebih mudah, aman, dan inklusif, baik dalam arus masuk maupun keluar.

Tujuan utama dari ekspansi ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi bilateral melalui efisiensi sistem pembayaran. Dengan infrastruktur digital yang terintegrasi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kedua negara diharapkan dapat lebih mudah menjalankan aktivitas perdagangan lintas batas. BI menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya