Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra

Presiden Prabowo menyetujui anggaran Rp100,1 triliun untuk pemulihan bencana di Sumatra, dengan realisasi mulai tahun ini hingga 2028.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk pemulihan bencana di wilayah Sumatra, yang akan disalurkan selama tiga tahun ke depan. Keputusan ini ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pernyataan di Jakarta, menegaskan bahwa anggaran tersebut merupakan respons strategis terhadap dampak bencana yang melanda wilayah tersebut. Dana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, layanan publik, dan kondisi sosial ekonomi daerah terdampak.

Dalam realisasi tahun pertama, sekitar Rp39 triliun telah dikucurkan untuk mendukung kebutuhan mendesak di daerah yang terkena bencana. Rencananya, anggaran tahun 2027 akan mencapai lebih dari Rp32 triliun, sedangkan pada 2028 diproyeksikan sebesar Rp23 triliun. Alokasi tahunan ini dirancang secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pemulihan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan pusat.

Selain dana pemulihan utama, Presiden juga telah menyalurkan bantuan belanja tidak terduga kepada seluruh provinsi yang terdampak, dengan rincian Rp4 miliar per kabupaten/kota dan sekitar Rp20 miliar untuk tiap provinsi. Bantuan ini dimaksudkan untuk menangani kebutuhan mendesak seperti logistik, perbaikan fasilitas dasar, dan penanganan kesehatan darurat. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana secara cepat dan tepat sasaran.

Di samping itu, pemerintah juga mengalokasikan tambahan transfer keuangan daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun untuk mendukung anggaran daerah di tiga provinsi paling terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dana ini bertujuan memperkuat kapasitas keuangan daerah dalam menjalankan program pemulihan tanpa mengurangi kualitas layanan publik. Seluruh mekanisme penyaluran dana ini dilakukan secara transparan dan diawasi ketat oleh lembaga terkait.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya