Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengembangan TOD Jakarta Diperluas ke Lebak Bulus dan Kawasan Pusat

MRT Jakarta akan memperluas pengembangan Transit Oriented Development ke Lebak Bulus dan kawasan pusat seperti Kota Tua serta Glodok, dengan fokus pada konektivitas dan aktivitas ekonomi berkelanjutan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Pengembangan TOD Jakarta Diperluas ke Lebak Bulus dan Kawasan Pusat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta terus dieksekusi menyusul perluasan jaringan MRT. Beberapa titik kunci yang menjadi fokus meliputi Blok M, Thamrin, Bundaran HI, Dukuh Atas, Lebak Bulus, serta kawasan historis Kota Tua dan Glodok. Dalam forum MRT Jakarta Fellowship Program 2026, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M. Iqbal Bimo Arifianto, menyatakan bahwa infrastruktur pendukung seperti pedestrian deck dan extended concourse akan segera dioperasikan untuk mendukung aktivitas di sekitar stasiun.

Kawasan Lebak Bulus, yang saat ini berfungsi sebagai tempat parkir (Park and Ride), akan dikembangkan menjadi kawasan campuran dengan fokus pada hunian kelas menengah. Meski belum ditetapkan secara final, MRT sedang mempertimbangkan berbagai skenario penggunaan lahan, termasuk apartemen, hotel, dan fasilitas publik lainnya. Konektivitas antara stasiun dan kawasan pengembangan menjadi elemen krusial dalam perencanaan ini.

Di kawasan pusat, pengembangan TOD akan menjangkau Kota Tua dan Glodok, dengan sejumlah proyek seperti The Heritage Hub Kalibesar-Kota Tua, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building, serta XGL Mixed-Use Glodok-Kota. Rencana ini sejalan dengan rencana perpanjangan jaringan MRT hingga Monas dan kawasan Kota, yang diproyeksikan tuntas pada 2029. Perencanaan infrastruktur dan pengelolaan kawasan telah disiapkan sejak dini untuk memastikan kesiapan pada saat jaringan MRT mencapai tujuan akhir.

Dalam jangka panjang, konsep TOD juga akan diterapkan pada jalur Timur-Barat, mulai dari Cikarang hingga Balaraja. Tujuannya adalah menciptakan pusat aktivitas ekonomi di luar Jakarta, sehingga mendorong mobilitas dua arah. Bimo menekankan pentingnya transformasi dari kawasan perantauan menjadi pusat ekonomi yang menarik, di mana warga Jakarta tidak hanya bergerak ke Bekasi, tetapi juga sebaliknya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya