Pengembangan TOD Jakarta Diperluas ke Lebak Bulus dan Kawasan Pusat
MRT Jakarta akan memperluas pengembangan Transit Oriented Development ke Lebak Bulus dan kawasan pusat seperti Kota Tua serta Glodok, dengan fokus pada konektivitas dan aktivitas ekonomi berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta terus dieksekusi menyusul perluasan jaringan MRT. Beberapa titik kunci yang menjadi fokus meliputi Blok M, Thamrin, Bundaran HI, Dukuh Atas, Lebak Bulus, serta kawasan historis Kota Tua dan Glodok. Dalam forum MRT Jakarta Fellowship Program 2026, Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta, M. Iqbal Bimo Arifianto, menyatakan bahwa infrastruktur pendukung seperti pedestrian deck dan extended concourse akan segera dioperasikan untuk mendukung aktivitas di sekitar stasiun.
Kawasan Lebak Bulus, yang saat ini berfungsi sebagai tempat parkir (Park and Ride), akan dikembangkan menjadi kawasan campuran dengan fokus pada hunian kelas menengah. Meski belum ditetapkan secara final, MRT sedang mempertimbangkan berbagai skenario penggunaan lahan, termasuk apartemen, hotel, dan fasilitas publik lainnya. Konektivitas antara stasiun dan kawasan pengembangan menjadi elemen krusial dalam perencanaan ini.
Di kawasan pusat, pengembangan TOD akan menjangkau Kota Tua dan Glodok, dengan sejumlah proyek seperti The Heritage Hub Kalibesar-Kota Tua, UPK Kota Development, Lada Development, Combined Building, serta XGL Mixed-Use Glodok-Kota. Rencana ini sejalan dengan rencana perpanjangan jaringan MRT hingga Monas dan kawasan Kota, yang diproyeksikan tuntas pada 2029. Perencanaan infrastruktur dan pengelolaan kawasan telah disiapkan sejak dini untuk memastikan kesiapan pada saat jaringan MRT mencapai tujuan akhir.
Dalam jangka panjang, konsep TOD juga akan diterapkan pada jalur Timur-Barat, mulai dari Cikarang hingga Balaraja. Tujuannya adalah menciptakan pusat aktivitas ekonomi di luar Jakarta, sehingga mendorong mobilitas dua arah. Bimo menekankan pentingnya transformasi dari kawasan perantauan menjadi pusat ekonomi yang menarik, di mana warga Jakarta tidak hanya bergerak ke Bekasi, tetapi juga sebaliknya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Warung Makan Gratis Sediakan 300 Porsi Harian untuk Warga
Sebuah warung makan di Depok menyediakan 300 porsi makanan gratis setiap hari, mendukung keberlanjutan pangan dan memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
26 September 2026

PHK Juni Capai 9.028 Orang, Tertinggi Sejak Januari 2026
Data resmi mencatat jumlah pekerja yang terkena PHK pada Juni 2026 mencapai 9.028 orang, menjadi puncak tertinggi dalam periode Januari hingga Agustus.
26 September 2026

Mendag Ajak Mahasiswa Jadikan Entrepreneur sebagai Tujuan Utama
Menteri Perdagangan dorong mahasiswa berpola pikir menjadi pengusaha untuk ciptakan lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan.
26 September 2026

Megawati Jenguk Adiknya yang Dirawat di RS Siloam
Presiden RI ke-5 dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjenguk adik kandungnya, Guruh Soekarnoputra, yang tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi.
25 September 2026
Berita Lainnya

Hongqi Perkuat Kehadiran di Indonesia dengan Dealer Pertama di Mampang
Sabtu, 26 September 2026, 09.19 WITA

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Sabtu, 26 September 2026, 09.09 WITA

Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Sabtu, 26 September 2026, 09.08 WITA

Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Tongke-Tongke Sinjai Berubah Jadi Pelabuhan Modern Berbasis Nelayan
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Singapura Bebaskan Petinggi Perusahaan dari Dakwaan Korupsi
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Nikel Rp401 Miliar
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Rp401 M dari Ekspor Nikel Ilegal
Sabtu, 26 September 2026, 09.05 WITA

