Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih

Menteri Koperasi meminta pemerintah daerah memanfaatkan fasilitas eksisting di Kampung Nelayan Merah Putih sebagai kantor Koperasi Desa, hindari pembangunan duplikat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 6x dibuka
Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan pentingnya efisiensi dalam pemanfaatan infrastruktur melalui kebijakan tidak membangun fasilitas fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di lokasi terpisah, jika sudah ada Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang telah dilengkapi sarana seperti gudang, gerai, dan bangunan pendukung. Kunjungan kerja ke Tongke-Tongke, Sinjai, bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjadi momen strategis untuk menyampaikan arahan ini.

Ferry menekankan bahwa seluruh fasilitas yang telah dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di KNMP bisa langsung dimanfaatkan sebagai pusat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menyatakan bahwa tidak perlu membangun kembali gedung atau fasilitas serupa di tempat lain, karena hal tersebut berpotensi menciptakan duplikasi dan pemborosan sumber daya. “Jika sudah ada KNMP, maka tempat itu sebaiknya menjadi kantor Koperasi Desa, tanpa perlu membangun lagi di lokasi lain,” tegasnya.

Langkah ini, menurut Ferry, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kemitraan antara KNMP dan koperasi desa untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya. Dalam kesempatan tersebut, dua kementerian juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan dan operasionalisasi kawasan nelayan merah putih. MoU ini menjadi fondasi bagi sinergi yang lebih kuat antara infrastruktur publik dan kegiatan ekonomi kerakyatan.

Ferry menegaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan semua fasilitas yang telah tersedia tidak menjadi sarana kosong, melainkan berfungsi aktif mendukung kegiatan usaha nelayan dan koperasi. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada, pemerintah dapat fokus pada penambahan fasilitas yang benar-benar dibutuhkan, seperti gudang tambahan atau peralatan pendukung operasional, tanpa mengulang pembangunan yang sudah ada.

Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat nelayan secara berkelanjutan. Pemanfaatan fasilitas eksisting menjadi kunci utama dalam mewujudkan efisiensi dan keberlanjutan program pembangunan di sektor kelautan dan perikanan di tingkat desa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya