Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah
Investor asing menunjukkan ketertarikan terhadap 10 saham unggulan meski IHSG turun ke level 6.298,61, dengan pembelian bersih mencapai miliaran rupiah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (24/9/2026), menutup sesi di level 6.298,61, merosot 1,20% dari posisi sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif rendah, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun dan volume sebanyak 29,31 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,66 juta kali transaksi. Di tengah koreksi pasar, tercatat aliran modal asing yang signifikan keluar dari pasar modal Indonesia, mencapai Rp1,49 triliun secara keseluruhan. Rinciannya, sebesar Rp1,42 triliun tercatat di pasar reguler dan Rp71,85 miliar di pasar negosiasi serta tunai.
Namun, di tengah arus keluar asing yang besar, terdapat sejumlah emiten yang menjadi incaran investor asing. Dari keseluruhan pasar, sepuluh saham berhasil mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) terbesar. Posisi teratas diraih PT Astra International Tbk. (ASII) dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp24,42 miliar. Diikuti oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp20,44 miliar. PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) menempati urutan ketiga dengan pembelian bersih Rp20,12 miliar, disusul PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) yang mencatatkan Rp17,10 miliar.
Saham-saham lain yang menjadi favorit asing antara lain PT Timah Tbk. (TINS) dengan pembelian bersih Rp10,36 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp6,92 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan Rp6,39 miliar. Sementara itu, PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) masing-masing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp6,31 miliar dan Rp6,06 miliar. Di posisi terakhir dalam daftar, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp4,72 miliar.
Kinerja pembelian bersih ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami tekanan, sejumlah emiten dengan fundamental kuat dan prospek bisnis menjanjikan tetap diminati oleh investor asing. Pilihan saham-saham ini mencerminkan preferensi terhadap sektor energi, perbankan, konsumer, serta tambang, yang dianggap stabil dalam kondisi volatilitas pasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Yield AS Meningkat, Pasar Asia Beragam
Pergerakan bursa Asia dipengaruhi kenaikan yield obligasi AS ke level tertinggi sejak 2007, dengan pasar memantau data ekonomi AS menjelang keputusan kebijakan moneter The Fed.
26 September 2026

Yield Obligasi AS Sentuh Rekor 22 Tahun, Tekanan Finansial Membesar
Imbal hasil obligasi AS jangka panjang melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade, menandai tekanan besar pada pasar keuangan global akibat inflasi, harga energi tinggi, dan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat.
26 September 2026

BI dan BCTL Perkuat Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital
Kerja sama antara Bank Indonesia dan Banco Central de Timor Leste memperluas jangkauan QRIS lintas negara ke Timor Leste, memperkuat konektivitas ekonomi regional.
26 September 2026

Komisaris BUMN Diberhentikan Setelah Lima Hari Jabat Tugas
Silfester Matutina resmi diberhentikan dari jabatan Komisaris Independen PT Pelabuhan Jasa Maritim hanya lima hari setelah dilantik, karena keputusan pemegang saham setelah evaluasi internal.
26 September 2026
Berita Lainnya

Hongqi Perkuat Kehadiran di Indonesia dengan Dealer Pertama di Mampang
Sabtu, 26 September 2026, 09.19 WITA

Redmi Note 17 Dilengkapi Proteksi 36 Bulan untuk Pengguna Jangka Panjang
Sabtu, 26 September 2026, 09.09 WITA

Prabowo Cairkan Rp100,1 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatra
Sabtu, 26 September 2026, 09.08 WITA

Koperasi Desa Diminta Manfaatkan Fasilitas di Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Tongke-Tongke Sinjai Berubah Jadi Pelabuhan Modern Berbasis Nelayan
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Singapura Bebaskan Petinggi Perusahaan dari Dakwaan Korupsi
Sabtu, 26 September 2026, 09.07 WITA

Warung Makan Gratis Sediakan 300 Porsi Harian untuk Warga
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

PT CNI dan Pejabat ESDM Diduga Korupsi Nikel Rp401 Miliar
Sabtu, 26 September 2026, 09.06 WITA

