Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah

Investor asing menunjukkan ketertarikan terhadap 10 saham unggulan meski IHSG turun ke level 6.298,61, dengan pembelian bersih mencapai miliaran rupiah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Asing Borong 10 Saham Ini Saat IHSG Melemah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan Kamis (24/9/2026), menutup sesi di level 6.298,61, merosot 1,20% dari posisi sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif rendah, dengan total nilai transaksi mencapai Rp11,23 triliun dan volume sebanyak 29,31 miliar saham yang diperdagangkan dalam 1,66 juta kali transaksi. Di tengah koreksi pasar, tercatat aliran modal asing yang signifikan keluar dari pasar modal Indonesia, mencapai Rp1,49 triliun secara keseluruhan. Rinciannya, sebesar Rp1,42 triliun tercatat di pasar reguler dan Rp71,85 miliar di pasar negosiasi serta tunai.

Namun, di tengah arus keluar asing yang besar, terdapat sejumlah emiten yang menjadi incaran investor asing. Dari keseluruhan pasar, sepuluh saham berhasil mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) terbesar. Posisi teratas diraih PT Astra International Tbk. (ASII) dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp24,42 miliar. Diikuti oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp20,44 miliar. PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) menempati urutan ketiga dengan pembelian bersih Rp20,12 miliar, disusul PT Asri Karya Lestari Tbk. (ASLI) yang mencatatkan Rp17,10 miliar.

Saham-saham lain yang menjadi favorit asing antara lain PT Timah Tbk. (TINS) dengan pembelian bersih Rp10,36 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp6,92 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dengan Rp6,39 miliar. Sementara itu, PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) masing-masing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp6,31 miliar dan Rp6,06 miliar. Di posisi terakhir dalam daftar, PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp4,72 miliar.

Kinerja pembelian bersih ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami tekanan, sejumlah emiten dengan fundamental kuat dan prospek bisnis menjanjikan tetap diminati oleh investor asing. Pilihan saham-saham ini mencerminkan preferensi terhadap sektor energi, perbankan, konsumer, serta tambang, yang dianggap stabil dalam kondisi volatilitas pasar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya