Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Dorong Transaksi Lokal Hadapi Ketidakpastian Global

Bank Indonesia memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional demi mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan menekan gejolak nilai tukar global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.25 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 144x dibuka
BI Dorong Transaksi Lokal Hadapi Ketidakpastian Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia menekankan pentingnya memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas negara sebagai respons terhadap tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan langkah strategis ini dalam forum internasional yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada Oktober 2026, dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia serta pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20.

Dalam forum tersebut, Destry menyoroti risiko yang timbul dari ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, ancaman siber, dan volatilitas pasar keuangan global. Ia menegaskan bahwa pengurangan ketergantungan pada mata uang negara ketiga dapat memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional dan memperkecil paparan terhadap fluktuasi nilai tukar yang tidak terduga.

Upaya ini didukung dengan pengembangan sistem pembayaran digital yang efisien dan aman, termasuk pembayaran lintas batas. BI mendukung peta jalan G20 dalam pengembangan infrastruktur pembayaran internasional agar transaksi menjadi lebih cepat, murah, transparan, dan inklusif. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan dunia usaha dan memperluas akses ke layanan keuangan formal.

Di dalam negeri, penerapan QRIS diperluas ke sektor UMKM dan kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang kuat. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan rekam jejak transaksi digital yang mempermudah akses pembiayaan formal dan mendorong inklusi keuangan.

Pertemuan G20 juga menyetujui Agenda Kebijakan Global yang mencakup stabilitas makroekonomi, perbaikan iklim usaha, modernisasi pasar tenaga kerja, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Agenda tersebut menekankan pentingnya penguatan jaring pengaman keuangan global, penanganan utang, dan kelancaran perdagangan. Presidensi G20 Finance Track secara resmi berpindah dari Amerika Serikat ke Inggris, menandai transisi kepemimpinan dalam kerja sama keuangan global.

BI akan terus memperkuat koordinasi dengan otoritas keuangan internasional guna menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat ketahanan sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya