BRI Dorong UMKM Mulai Usaha dengan Pembiayaan Terintegrasi
BRI siap mendukung masyarakat sejak tahap niat memulai usaha hingga skala besar melalui ekosistem pembiayaan terpadu yang melibatkan koperasi dan industri.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - BRI kini memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha baru, termasuk yang masih dalam tahap konsep, dengan memanfaatkan ekosistem holding ultramikro yang dikelola secara terintegrasi. Melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), program ini mampu menjangkau masyarakat yang baru memiliki keinginan untuk berwirausaha, memberikan dukungan finansial sejak awal. Dukungan ini tidak hanya berhenti pada level individu, melainkan meluas hingga ke skala koperasi, mikro, usaha kecil, menengah, hingga korporasi.
Dalam konteks nyata, BRI telah menerapkan skema pendanaan terpadu di sektor susu sapi perah di Malang. Skema ini memungkinkan peternak mendapatkan dana untuk kebutuhan operasional, sementara koperasi bisa mendapatkan pendanaan untuk membangun fasilitas pendingin (cold storage). Di sisi lain, industri sebagai pembeli hasil produksi atau *off-taker* juga bisa mendapatkan dukungan pembiayaan dari BRI, menciptakan rantai nilai yang saling mendukung.
Menurut Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, keberhasilan penyaluran pembiayaan sangat dipengaruhi oleh keterhubungan antar elemen dalam rantai produksi. Ia menegaskan bahwa keterpaduan antara peternak, koperasi, dan industri menjadi kunci utama agar pembiayaan dapat disalurkan secara efisien dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa minimal 75 persen dari total penyaluran pembiayaan harus dialokasikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Forum Agrifood Forum 2026 yang digelar di Jakarta Selatan menjadi ruang dialog strategis bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN. Melalui tiga sesi diskusi, forum ini membahas strategi memperkuat swasembada protein, ketahanan pangan nasional, serta peluang ekspansi industri pangan Indonesia ke pasar global. Tujuannya adalah mempercepat transformasi sektor pangan menjadi lebih mandiri dan kompetitif secara internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

