Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BRI Dorong UMKM Mulai Usaha dengan Pembiayaan Terintegrasi

BRI siap mendukung masyarakat sejak tahap niat memulai usaha hingga skala besar melalui ekosistem pembiayaan terpadu yang melibatkan koperasi dan industri.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
BRI Dorong UMKM Mulai Usaha dengan Pembiayaan Terintegrasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BRI kini memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha baru, termasuk yang masih dalam tahap konsep, dengan memanfaatkan ekosistem holding ultramikro yang dikelola secara terintegrasi. Melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM), program ini mampu menjangkau masyarakat yang baru memiliki keinginan untuk berwirausaha, memberikan dukungan finansial sejak awal. Dukungan ini tidak hanya berhenti pada level individu, melainkan meluas hingga ke skala koperasi, mikro, usaha kecil, menengah, hingga korporasi.

Dalam konteks nyata, BRI telah menerapkan skema pendanaan terpadu di sektor susu sapi perah di Malang. Skema ini memungkinkan peternak mendapatkan dana untuk kebutuhan operasional, sementara koperasi bisa mendapatkan pendanaan untuk membangun fasilitas pendingin (cold storage). Di sisi lain, industri sebagai pembeli hasil produksi atau *off-taker* juga bisa mendapatkan dukungan pembiayaan dari BRI, menciptakan rantai nilai yang saling mendukung.

Menurut Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, keberhasilan penyaluran pembiayaan sangat dipengaruhi oleh keterhubungan antar elemen dalam rantai produksi. Ia menegaskan bahwa keterpaduan antara peternak, koperasi, dan industri menjadi kunci utama agar pembiayaan dapat disalurkan secara efisien dan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa minimal 75 persen dari total penyaluran pembiayaan harus dialokasikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Forum Agrifood Forum 2026 yang digelar di Jakarta Selatan menjadi ruang dialog strategis bagi berbagai pemangku kepentingan, termasuk menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN. Melalui tiga sesi diskusi, forum ini membahas strategi memperkuat swasembada protein, ketahanan pangan nasional, serta peluang ekspansi industri pangan Indonesia ke pasar global. Tujuannya adalah mempercepat transformasi sektor pangan menjadi lebih mandiri dan kompetitif secara internasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya