Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak untuk Korban Gempa NTT

Hingga 1 September 2026, Bulog telah menyalurkan 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng ke tujuh kabupaten terdampak gempa di NTT.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 02.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Bulog Salurkan 1.321 Ton Beras dan 7.000 Liter Minyak untuk Korban Gempa NTT📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Perum Bulog terus memperkuat aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur. Hingga tanggal 1 September 2026, total beras yang telah didistribusikan mencapai 1.321,55 ton, termasuk beras cadangan pemerintah, bantuan dari daerah, dan program bantuan pangan. Sebanyak 7.000 liter minyak goreng juga telah disalurkan sepenuhnya sesuai alokasi yang ditetapkan.

Distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan penyaluran tepat sasaran. Bantuan telah menjangkau tujuh kabupaten yang terdampak, yaitu Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai Barat. Setiap tahap penyaluran dirancang agar pangan sampai ke tangan yang membutuhkan secara efisien dan tanpa hambatan logistik.

Tim Bulog juga melakukan pendataan dan koordinasi lapangan di 45 posko pengungsian yang tersebar di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. Di Ngada, koordinasi dilakukan langsung dengan pemerintah kabupaten, sementara di Nagekeo, tim bekerja sama dengan BPBD untuk memastikan kebutuhan pangan terpenuhi secara akurat. Pendekatan berbasis data ini menjadi kunci dalam menyesuaikan jumlah bantuan dengan realitas lapangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan pokok utama dalam kondisi darurat. Ia menekankan komitmen Bulog untuk terus menjaga ketersediaan stok dan memastikan distribusi berjalan lancar hingga seluruh alokasi bantuan terrealisasi sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan terus dipantau untuk menghindari tumpang tindih atau pemborosan.

Upaya ini merupakan bagian dari peran strategis Bulog dalam mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, terutama di wilayah rawan bencana. Dengan pendekatan terpadu dan koordinasi intensif, Bulog berkomitmen untuk menjadi penopang utama ketersediaan pangan dalam situasi krisis, memastikan masyarakat terdampak tetap tercukupi kebutuhan dasarnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya