Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bursa Asia Melesat, IHSG Terpuruk di Tengah Tekanan Global

Indeks saham Asia menguat pada Jumat (16/10/2026), sementara IHSG anjlok 8,01% di awal perdagangan akibat tekanan dari inflasi AS dan koreksi sektor teknologi global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 123x dibuka
Bursa Asia Melesat, IHSG Terpuruk di Tengah Tekanan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pasar saham Asia menunjukkan kekuatan signifikan pada perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan berbagai indeks utama menguat setelah Wall Street menutup pekan dengan kenaikan kompak. Indeks Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 1%, sementara Topix melonjak 1,14%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 1,22%, sedangkan indeks saham kecil Kosdaq juga meroket 1,28%. S&P/ASX 200 Australia mencatat kenaikan 0,83%, mencerminkan sentimen positif yang meluas di kawasan. Kenaikan ini dipicu oleh penguatan tiga indeks utama Wall Street pada sesi Kamis, yang menjadi momentum pemulihan setelah tiga hari penurunan beruntun.

Dow Jones Industrial Average menjadi pemicu utama penguatan, melonjak lebih dari 500 poin atau 1,1%, sementara S&P 500 menguat 0,3% dan Nasdaq Composite naik tipis 0,1%. Meski demikian, sektor teknologi, khususnya perusahaan chip memori yang terkait dengan kecerdasan buatan, masih mengalami tekanan. Saham Micron Technology tetap berada dalam tren penurunan lebih dari 9% sepanjang pekan, sementara Seagate Technology dan Western Digital diperkirakan mengalami kerugian mingguan. Kekhawatiran terhadap persaingan dari China serta beban utang besar dalam pembangunan infrastruktur AI menjadi faktor penekan utama.

Perusahaan AI Anthropic mengumumkan pendapatan kuartal III mencapai US$16,8 miliar, yang menjadi perhatian pasar dalam menilai daya tahan pertumbuhan bisnis AI. Namun, saham utama seperti Nvidia dan Broadcom tetap berada di zona merah sepanjang pekan, memperparah tekanan pada S&P 500 dan Nasdaq Composite. Secara mingguan, S&P 500 turun hampir 1%, sementara Nasdaq Composite merosot lebih dari 2%, berbeda dengan Dow Jones yang berada di jalur kenaikan sekitar 1%. Managing Partner Notable Capital Jeff Richards menilai kekurangan informasi dari perusahaan AI privat seperti Anthropic dan OpenAI menjadi hambatan utama, dan menilai IPO mereka dapat membantu mengurangi ketidakpastian pasar.

Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperburuk suasana pasar. Inflasi produsen pada September mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022, sementara inflasi konsumen tetap jauh di atas target 2% Fed. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik AS-Iran turut memperkuat tekanan inflasi. Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan keuangan perusahaan besar seperti Travelers dan Citizens Financial menjelang pembukaan perdagangan Wall Street. Di Indonesia, IHSG langsung terjun bebas pada pembukaan perdagangan, dibuka di level 5.393,92, turun 469,86 poin atau 8,01% dari penutupan sebelumnya di 5.863,78, dengan volume perdagangan mencapai 53,6 juta lot dan nilai transaksi Rp922,33 miliar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya