Bursa Asia Melesat, IHSG Terpuruk di Tengah Tekanan Global
Indeks saham Asia menguat pada Jumat (16/10/2026), sementara IHSG anjlok 8,01% di awal perdagangan akibat tekanan dari inflasi AS dan koreksi sektor teknologi global.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 123x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pasar saham Asia menunjukkan kekuatan signifikan pada perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan berbagai indeks utama menguat setelah Wall Street menutup pekan dengan kenaikan kompak. Indeks Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 1%, sementara Topix melonjak 1,14%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 1,22%, sedangkan indeks saham kecil Kosdaq juga meroket 1,28%. S&P/ASX 200 Australia mencatat kenaikan 0,83%, mencerminkan sentimen positif yang meluas di kawasan. Kenaikan ini dipicu oleh penguatan tiga indeks utama Wall Street pada sesi Kamis, yang menjadi momentum pemulihan setelah tiga hari penurunan beruntun.
Dow Jones Industrial Average menjadi pemicu utama penguatan, melonjak lebih dari 500 poin atau 1,1%, sementara S&P 500 menguat 0,3% dan Nasdaq Composite naik tipis 0,1%. Meski demikian, sektor teknologi, khususnya perusahaan chip memori yang terkait dengan kecerdasan buatan, masih mengalami tekanan. Saham Micron Technology tetap berada dalam tren penurunan lebih dari 9% sepanjang pekan, sementara Seagate Technology dan Western Digital diperkirakan mengalami kerugian mingguan. Kekhawatiran terhadap persaingan dari China serta beban utang besar dalam pembangunan infrastruktur AI menjadi faktor penekan utama.
Perusahaan AI Anthropic mengumumkan pendapatan kuartal III mencapai US$16,8 miliar, yang menjadi perhatian pasar dalam menilai daya tahan pertumbuhan bisnis AI. Namun, saham utama seperti Nvidia dan Broadcom tetap berada di zona merah sepanjang pekan, memperparah tekanan pada S&P 500 dan Nasdaq Composite. Secara mingguan, S&P 500 turun hampir 1%, sementara Nasdaq Composite merosot lebih dari 2%, berbeda dengan Dow Jones yang berada di jalur kenaikan sekitar 1%. Managing Partner Notable Capital Jeff Richards menilai kekurangan informasi dari perusahaan AI privat seperti Anthropic dan OpenAI menjadi hambatan utama, dan menilai IPO mereka dapat membantu mengurangi ketidakpastian pasar.
Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperburuk suasana pasar. Inflasi produsen pada September mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022, sementara inflasi konsumen tetap jauh di atas target 2% Fed. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik AS-Iran turut memperkuat tekanan inflasi. Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan keuangan perusahaan besar seperti Travelers dan Citizens Financial menjelang pembukaan perdagangan Wall Street. Di Indonesia, IHSG langsung terjun bebas pada pembukaan perdagangan, dibuka di level 5.393,92, turun 469,86 poin atau 8,01% dari penutupan sebelumnya di 5.863,78, dengan volume perdagangan mencapai 53,6 juta lot dan nilai transaksi Rp922,33 miliar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

