Kamis, 17 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

CT Jadi Korban Deepfake, Promo Investasi Diklaim Hoaks

Chairul Tanjung dikabarkan menjadi korban penyalahgunaan AI lewat video rekayasa yang mempromosikan platform investasi palsu, dipastikan hoaks oleh pihak terkait.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 17 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
CT Jadi Korban Deepfake, Promo Investasi Diklaim Hoaks📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan sosok yang menyerupai Chairul Tanjung, pendiri CT Corp, sedang mempromosikan sebuah platform investasi. Namun, pihak CT Corp secara tegas menyatakan bahwa rekaman tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan, atau deepfake, yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik. Video tersebut tidak pernah direkam secara resmi oleh perusahaan maupun tokoh tersebut.

Pihak perusahaan menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan Chairul Tanjung dalam aktivitas promosi apa pun terkait platform investasi yang disebutkan dalam video. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk tawaran investasi yang mencantumkan nama tokoh publik tanpa konfirmasi resmi dari sumber terpercaya. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penipuan berbasis digital yang semakin canggih.

Kepala divisi komunikasi perusahaan menyampaikan bahwa teknologi deepfake kini menjadi alat baru dalam praktik penipuan finansial, terutama saat digunakan untuk meniru wajah dan suara tokoh ternama demi memperdaya publik. Mereka menekankan pentingnya literasi digital, terutama dalam mengidentifikasi informasi yang tidak sesuai dengan sumber resmi.

Masyarakat yang menemukan konten mencurigakan, termasuk video, iklan, atau tautan yang menjanjikan imbal hasil tinggi dengan menyebut nama Chairul Tanjung atau entitas terkait, diminta untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Langkah ini penting untuk meminimalkan dampak negatif dan mencegah penyebaran informasi palsu yang dapat merugikan secara finansial dan reputasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya