Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

OJK tekankan perlunya perencanaan pensiun sejak awal karier untuk menghadapi tantangan demografi menua di Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 15.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Dewan Komisioner OJK menegaskan bahwa perencanaan keuangan masa pensiun harus dimulai sejak hari pertama seseorang memasuki dunia kerja. Dalam forum bertajuk Indonesia Pension Fund Summit 2026, ia menyoroti kian mendekatnya Indonesia pada fase masyarakat menua, di mana proporsi penduduk lanjut usia telah mencapai 11,97 persen—melampaui ambang batas 10 persen yang menjadi indikator awal transisi demografi.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa persentase lansia akan meningkat signifikan hingga mencapai 20,31 persen pada tahun 2045. Di tengah kondisi tersebut, OJK menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang masih berlangsung, dengan sekitar 68,94 persen penduduk berada dalam usia produktif, sebagai peluang emas untuk membentuk kebiasaan menabung pensiun sejak dini.

Namun, realitas menunjukkan rendahnya tingkat partisipasi dan pemahaman masyarakat terhadap dana pensiun. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi dana pensiun hanya 22,21 persen, sementara inklusi kepesertaan berada pada level 5 persen. Rasio penggantian pendapatan pensiun pun masih berada di kisaran 15 hingga 20 persen, jauh di bawah standar internasional yang disarankan ILO sebesar 40 persen.

Friderica menegaskan bahwa manfaat pensiun saat ini belum cukup untuk menjaga kualitas hidup pasca-pensiun. Oleh sebab itu, strategi ke depan harus menyasar dua aspek sekaligus: memperluas cakupan peserta dan meningkatkan kecukupan manfaat pensiun. Tujuannya, agar setiap warga Indonesia dapat menikmati masa tua yang mandiri dan bermartabat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya