Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Gandeng Perusahaan AS, Investasi Rp4,5 Triliun untuk Energi Strategis

Danantara Investment Management akuisisi saham preferen konvertibel di perusahaan migas AS senilai USD 250 juta, fokus pada akses cadangan dan teknologi di Permian Basin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Danantara Gandeng Perusahaan AS, Investasi Rp4,5 Triliun untuk Energi Strategis📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Danantara Investment Management (DIM) resmi menyelesaikan akuisisi saham preferen konvertibel pada High Peak Energy Inc, perusahaan migas berbasis di Texas yang terdaftar di Nasdaq. Nilai transaksi mencapai USD 250 juta atau setara Rp4,5 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Transaksi ini dilakukan secara bertahap melalui mekanisme saham preferen yang dapat dikonversi, menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan berkelanjutan dalam investasi aset energi global.

High Peak Energy Inc menjadi target strategis karena lokasinya di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat yang menyumbang 48% dari total produksi nasional pada 2025. Wilayah ini telah menjadi pusat pengembangan energi sejak 2007, didorong oleh teknologi pengeboran horizontal dan frackting yang meningkatkan efisiensi sumur di lapangan lama. Investasi ini tidak hanya menargetkan cadangan minyak, tetapi juga memperkuat akses ke inovasi teknis dan kapasitas pengelolaan operasional yang dapat direplikasi ke sektor migas dalam negeri.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, DIM menyatakan bahwa investasi ini mendukung pengembangan kapasitas energi Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi dan energi antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dalam prosesnya, terjadi pertukaran pengetahuan melalui pelatihan dan kerja sama operasional, yang menjadi nilai tambah tidak langsung dari kolaborasi internasional ini. Skema saham preferen konvertibel dipilih karena menawarkan perlindungan terhadap fluktuasi nilai pasar sekaligus membuka peluang upside jangka panjang.

Pengamat pasar, Yosua Zisokhi, menekankan bahwa keputusan ini mencerminkan visi portofolio yang terdiversifikasi dari Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF), terutama dalam sektor strategis seperti energi. Ia menyebut bahwa investasi ini bukan hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Di sisi lain, kehadiran PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebagai investor bersama dengan nilai USD 200 juta menunjukkan tren kolaborasi antara pelaku industri lokal dan lembaga investasi global.

Kedua entitas, Danantara dan ENRG, diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman global untuk mempercepat transformasi sektor migas di Indonesia. Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan investasi ini menempatkan Indonesia sebagai aktor yang aktif di pasar energi global, sejalan dengan langkah serupa yang dilakukan oleh lembaga investasi negara lain seperti GIC, Mubdala, dan ADIA, serta perusahaan Jepang seperti Mitsubishi dan JAPEX.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya