Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Siap Perkuat Investasi di BUMN Saat IHSG Melemah

Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia berencana perkuat kepemilikan saham BUMN dengan pertimbangan fundamental kuat, meski IHSG turun ke level 4.996 pada Senin (19/10).

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 23.15 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 36x dibuka
Danantara Siap Perkuat Investasi di BUMN Saat IHSG Melemah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menyatakan kesiapan untuk menambah posisi kepemilikan saham di emiten BUMN yang dinilai memiliki kinerja fundamental solid, meski pasar modal Indonesia mengalami tekanan. Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke bawah level 5.000 menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan, namun bukan penghambat bagi keputusan investasi jangka panjang.

Menurut Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, strategi pembelian saham akan didasarkan pada kualitas fundamental perusahaan, bukan fluktuasi pasar jangka pendek. Ia menegaskan bahwa penurunan indeks merupakan dinamika normal yang harus dihadapi, terlebih jika perusahaan yang menjadi target memiliki prospek pertumbuhan dan stabilitas keuangan yang baik.

Dony menekankan bahwa keputusan untuk menambah kepemilikan saham akan dilakukan secara selektif, dengan fokus pada emiten BUMN yang berkinerja unggul. Ia menyampaikan bahwa proses tersebut sudah dalam tahap evaluasi, meski belum mengungkapkan perusahaan spesifik atau jumlah dana yang akan dialokasikan. Namun, ia menegaskan komitmen untuk memperkuat posisi investasi dalam kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan.

Di sisi lain, Dony juga menyampaikan dukungan terhadap proses demutualisasi bursa sebagai bagian dari transformasi pasar modal nasional. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dari upaya penyempurnaan struktur pasar dan memperkuat tata kelola pasar keuangan. Proses ini, menurutnya, berjalan sesuai rencana dan mendukung pertumbuhan pasar yang lebih transparan dan efisien.

Pada perdagangan Senin (19/10), IHSG ditutup di posisi 4.996, merosot 188,49 poin atau 3,64 persen dari penutupan sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp25,06 triliun dengan volume perdagangan mencapai 33,93 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,61 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 656 saham melemah, 100 menguat, dan 43 stagnan. Tekanan pasar ini terjadi di tengah konsultasi MSCI mengenai perubahan status pasar Indonesia dari emerging market ke standalone market, dengan keputusan final dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya