Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Data Center AI dan Konsumsi Air: Fakta yang Perlu Dipahami

Studi menunjukkan data center global konsumsi air tinggi, namun klaim "habiskan air" ditegaskan sebagai berlebihan oleh perusahaan teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
Data Center AI dan Konsumsi Air: Fakta yang Perlu Dipahami📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Peningkatan jumlah pusat data yang didukung oleh kebutuhan teknologi kecerdasan buatan menimbulkan kekhawatiran soal konsumsi sumber daya air. Berdasarkan analisis dari Environmental and Energy Study Institute (EESI) tahun 2025, total konsumsi air oleh pusat data di Amerika Serikat mencapai sekitar 449 juta galon per hari, atau setara dengan 163,7 miliar galon setiap tahun. Angka ini menunjukkan volume yang signifikan, terutama jika dikaitkan dengan kebutuhan air masyarakat.

Sebagian besar air yang digunakan berasal dari sumber tawar, baik dari permukaan maupun air tanah, serta sistem daur ulang. Namun, sekitar 80 persen dari air tersebut menguap akibat proses pendinginan yang bergantung pada evaporasi. Sisanya dibuang ke sistem pengolahan limbah kota. Peningkatan kepadatan chip dan suhu ruangan di data center yang semakin tinggi menyebabkan kebutuhan air pendingin meningkat secara proporsional, yang berpotensi memperparah tekanan terhadap sumber air di wilayah yang rentan kekeringan.

Pendiri EESI, Miguel Yañez-Barnuevo, menekankan bahwa praktik pengambilan air tawar secara ekstensif dapat mengancam ketersediaan air bagi kehidupan sehari-hari, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber air. Ia merekomendasikan penggunaan sistem pendinginan yang lebih efisien seperti closed-loop, pendinginan imersi, atau pendinginan udara, serta memanfaatkan air limbah yang telah diolah sebagai alternatif. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Amazon Web Services (AWS) membantah klaim bahwa pusat data dapat menguras seluruh cadangan air. CEO AWS, Matt Garman, menegaskan bahwa konsumsi air langsung dari pusat data hanya sekitar 0,5 persen dari total penggunaan air industri di AS. Ia menambahkan bahwa satu lapangan golf di Amerika Serikat saja mengonsumsi air sekitar 200 kali lebih banyak dibandingkan semua pusat data Amazon. Garman menilai angka lima juta galon per hari yang sering disebut sebagai rata-rata konsumsi data center adalah informasi yang keliru.

Menurutnya, rata-rata konsumsi air di pusat data global berada di sekitar 170 ribu galon per hari, sementara AWS sendiri rata-rata hanya menggunakan kurang dari 13 ribu galon per hari. Ia menegaskan bahwa narasi bahwa data center bisa menghabiskan air secara total adalah hiperbola yang tidak sesuai dengan data nyata. Dengan teknologi dan kebijakan yang tepat, dampak lingkungan dari infrastruktur digital dapat dikendalikan tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya