Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

10 Perempuan Pemimpin Asia Dominasi Dunia Bisnis 2026

CEO DBS Tan Shu Shan kembali unggul sebagai pemimpin perempuan paling berpengaruh di Asia versi Fortune 2026, diikuti pendiri Lens Technology Zhou Qunfei dan CEO Luxshare Grace Wang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
10 Perempuan Pemimpin Asia Dominasi Dunia Bisnis 2026📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tan Shu Shan, pemimpin DBS Group, berhasil mempertahankan posisi teratas dalam daftar "100 Perempuan Paling Berpengaruh di Asia 2026" yang dirilis oleh Fortune, menunjukkan dominasi berkelanjutan dalam dunia perbankan regional. Ia menjadi satu-satunya nama yang berulang kali menduduki peringkat pertama dalam dua tahun berturut-turut, mencerminkan keberhasilan strategi bisnis yang inovatif dan tata kelola perusahaan yang kuat. Kinerja DBS yang stabil serta ekspansi digital menjadi faktor penentu dalam penilaian ini.

Di posisi kedua, Grace Wang, pemimpin Luxshare Precision Industry, muncul sebagai tokoh utama di sektor manufaktur elektronik global. Sementara itu, Zhou Qunfei, pendiri dan ketua Lens Technology, melonjak 25 peringkat ke posisi ketiga, menunjukkan dampak signifikan dari inovasi teknologi di bidang perangkat keras. Kenaikan posisi ini menegaskan peran semakin besar sektor teknologi dalam membentuk ekonomi Asia, dengan 16 perempuan dari industri tersebut masuk dalam daftar tahun ini.

Di sektor perbankan, selain DBS, sejumlah pemimpin perempuan dari Hong Kong dan Singapura juga mendapat tempat dalam daftar, menunjukkan konsistensi keberadaan perempuan di posisi strategis. Dari total 100 nama, 76 di antaranya kembali muncul dari tahun sebelumnya, mencerminkan stabilitas dan pengaruh jangka panjang. Sementara 24 nama baru muncul, menandai perubahan dinamis dalam kepemimpinan korporat di kawasan.

Asal negara menjadi cerminan distribusi kekuatan bisnis, dengan Tiongkok daratan menduduki posisi teratas dengan 18 perempuan, disusul Hong Kong (16) dan Singapura (12). Indonesia turut berkontribusi lewat tiga nama: Maya Watono (Injourney, posisi 83), Sandra Sunanto (Hartadinata Abadi, posisi 86), serta Bernadette Ruth Irawati Setiady (Kalbe Farma, posisi 94). Daftar juga mencakup negara lain seperti India, Jepang, Korea Selatan, dan Filipina.

Fortune menekankan bahwa seleksi dilakukan berdasarkan kriteria objektif, termasuk kinerja bisnis, inovasi, dampak sosial, dan keberlanjutan karier. Evaluasi didasarkan pada data publik, pelaporan independen, dan nominasi internal maupun eksternal. Penilaian menekankan bukan hanya pencapaian saat ini, tetapi juga potensi kontribusi ke depan, mencerminkan pendekatan holistik terhadap kepemimpinan perempuan di Asia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya