Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Daycare Modern Lebih dari Sekadar Penitipan Anak

Orang tua kini memilih daycare yang mendorong tumbuh kembang anak secara holistik, bukan hanya sebagai tempat penitipan saat bekerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 26 September 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Daycare Modern Lebih dari Sekadar Penitipan Anak📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Daycare di era modern tak lagi sekadar solusi penitipan anak saat orang tua bekerja. Semakin banyak keluarga yang mempertimbangkan kualitas lingkungan pengasuhan, terutama dalam mendukung perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak sejak usia dini. Fokus kini bergeser dari aspek keamanan semata ke kemampuan anak dalam berpikir kritis, beradaptasi, berkomunikasi, serta menyelesaikan masalah secara mandiri—keterampilan yang diyakini menjadi fondasi penting di masa depan.

Pendekatan Montessori menjadi salah satu model yang banyak diadopsi karena menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung dan aktivitas konkret. Dalam praktiknya, anak-anak diajak terlibat dalam kegiatan sehari-hari seperti merapikan mainan, mencuci tangan, menyiapkan camilan, atau merawat tanaman. Aktivitas sederhana ini dirancang untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, dan konsentrasi. Menurut Indah Tri Novita, Co-Founder PlayHive Montessori Daycare, kemampuan akademik saja tidak cukup—yang lebih dibutuhkan adalah kesiapan mental dan emosional anak menghadapi dunia yang dinamis.

Pengembangan keterampilan tersebut dibangun secara bertahap sesuai usia dan tahap perkembangan. Bayi dan balita lebih membutuhkan stimulasi sensorik, eksplorasi lingkungan, serta rasa aman, sementara anak usia prasekolah mulai dilibatkan dalam aktivitas yang memperkuat kemampuan bahasa, kreativitas, numerasi, dan interaksi sosial. Di PlayHive Montessori Daycare, program dibagi ke dalam lima area utama: Practical Life, Sensorial, Language, Mathematics, dan Culture, semua dirancang untuk mendukung pertumbuhan holistik anak dari usia 6 bulan hingga 6 tahun.

Kualitas pengasuhan pun menjadi pertimbangan utama. Orang tua diminta memperhatikan interaksi antara anak dan pengasuh, keamanan fasilitas, kompetensi tenaga pendidik, serta transparansi pemantauan perkembangan anak. Menurut Indah, daycare bukan sekadar tempat anak berada, tetapi ruang yang membantu mereka tumbuh menjadi pribadi mandiri, percaya diri, dan memiliki rasa ingin tahu yang terus berkembang. Pemilihan daycare kini menjadi bagian dari komitmen orang tua dalam membentuk fondasi kehidupan anak sejak dini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya