Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Deezer Perkenalkan Fitur Penyaring Lagu AI untuk Pengalaman Streaming Lebih Autentik

Platform streaming musik Deezer meluncurkan fitur penyaring lagu hasil kecerdasan buatan guna memberikan opsi bagi pengguna yang ingin fokus pada karya manusia di algoritma rekomendasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Deezer Perkenalkan Fitur Penyaring Lagu AI untuk Pengalaman Streaming Lebih Autentik📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Deezer kini melengkapi pengalaman streaming musik dengan fitur penyaring konten berbasis kecerdasan buatan (AI), yang dirancang untuk menghilangkan lagu, album, dan artis yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI dari hasil pencarian serta rekomendasi beranda pengguna. Fitur ini hadir sebagai respons langsung terhadap kekhawatiran sejumlah pendengar yang merasa terganggu oleh kualitas dan keaslian musik hasil generasi AI, terutama dalam konteks rekomendasi otomatis yang semakin dominan.

Sistem penyaringan ini hanya berlaku untuk karya yang benar-benar diciptakan oleh AI tanpa campur tangan manusia, sehingga lagu-lagu yang dibuat oleh musisi dengan bantuan alat AI tetap dapat muncul dalam tampilan aplikasi. Pengguna memiliki kendali penuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini sesuai preferensi pribadi, memungkinkan eksplorasi musik hasil AI jika diinginkan tanpa harus menghilangkan seluruh konten tersebut dari platform.

Sejak Januari 2025, Deezer telah berhasil mendeteksi dan mengeliminasi lebih dari 42 juta lagu serta 14 juta album yang diklasifikasikan sebagai hasil AI dari daftar rekomendasi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas dan keaslian karya musik yang disajikan, sekaligus menanggapi permintaan kuat dari komunitas pengguna di forum seperti Reddit dan forum resmi Deezer.

CEO Deezer, Alexis Lanternier, menegaskan bahwa fitur ini merupakan respons terhadap permintaan eksplisit dari pengguna yang ingin memisahkan karya manusia dari hasil AI. “Kami memberi pengguna pilihan untuk memilih pengalaman streaming yang lebih autentik, dengan fokus pada kreator asli, tanpa harus terganggu oleh konten yang dihasilkan secara otomatis,” ujar dia. Perusahaan juga menilai bahwa fitur ini dapat mencegah eksploitasi monetisasi atas karya AI tanpa izin atau kontribusi kreatif manusia.

Fitur penyaring lagu AI di Deezer dijadwalkan tersedia secara penuh sebelum akhir tahun ini. Dengan pengembangan yang telah berlangsung sejak tahun lalu, langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas ekosistem musik digital, sekaligus memberikan ruang bagi audiens yang mengutamakan karya berbasis kreativitas manusia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya