Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Eks Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Kompol Aditia Mulya Ramdhani, meninggal dunia setelah tujuh tahun dalam kondisi koma akibat dianiaya saat bertugas melerai tawuran pesilat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kompol Aditia Mulya Ramdhani, yang sebelumnya menjabat Kasat Reskrim Polres Wonogiri, meninggal dunia pada Senin pagi pukul 03.00 WIB setelah mengalami koma sejak peristiwa 2019. Kondisi kritis yang menimpanya bermula saat ia berusaha melerai bentrok antarkelompok pesilat di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, di tengah malam. Saat itu, Aditia mengenakan pakaian preman dan terpisah dari rekan polisi lainnya, sehingga diserang oleh kelompok yang mengira ia bagian dari salah satu perguruan silat.
Upaya penyelamatan medis dilakukan secara intensif, termasuk pengobatan di rumah sakit di Semarang, Jakarta, hingga Singapura. Tim medis dari Singapura General Hospital (SGH) bahkan sempat datang untuk memeriksa kondisi Aditia, yang pada saat itu dikabarkan menunjukkan perkembangan positif. Namun, meski telah menjalani perawatan maksimal dan transfer ke Singapura pada 16 Mei 2019, kondisinya tetap tidak membaik dan akhirnya kembali ke rumahnya di Semarang untuk perawatan lanjutan.
Selama lebih dari tujuh tahun, Aditia menjalani perawatan intensif di rumah, dilengkapi alat bantu napas dan penyalur nutrisi. Ia tetap dalam kondisi tak sadar penuh, dengan kerusakan otak yang memengaruhi fungsi saraf motorik. Meski keluarga sempat menjalankan terapi stem cell di RS Islam Sultan Agung, Semarang, respons fisik dan kognitif dari korban tetap sangat terbatas. Sang istri, Dewi Setyawati, menyebut suaminya hanya bisa memberikan sedikit respons saat diajak berkomunikasi.
Polisi menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan ini, dengan satu di antaranya masih di bawah umur. Total tersangka yang terlibat mencapai 25 orang, di mana 15 di antaranya ditahan. Dari hasil pemeriksaan, tersangka menyatakan tidak mengetahui bahwa korban adalah anggota polisi karena mengenakan pakaian preman. Kini, Aditia dimakamkan di TPU Tegal Binangun, Klaten, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja. Pihak kepolisian menyampaikan harapan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Penyelidikan laporan dugaan penipuan trading kripto yang melibatkan pendiri Akademi Crypto, Timothy Ronald, dihentikan oleh Polda Metro Jaya karena tidak ditemukan unsur pidana.
26 Oktober 2026

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Majelis hakim memerintahkan jaksa melanjutkan pemeriksaan pokok perkara terkait dugaan pemerasan dan TPPU yang menjerat Don Ritto dan Nurman Herin.
26 Oktober 2026

APBN Hanya 15% dari PDB, Pemerintah Tekankan Peran Pelaku Ekonomi
Menteri Keuangan menegaskan bahwa APBN hanya menyumbang 14-15% dari PDB, sehingga pertumbuhan ekonomi harus didorong oleh sektor swasta dan masyarakat secara luas.
26 Oktober 2026

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Kemenaker imbau masyarakat waspada terhadap penipuan berkedok pencairan Bantuan Subsidi Upah yang memanfaatkan tautan palsu dan meminta data pribadi secara ilegal.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

