Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu

Penelitian menunjukkan konsumsi susu sapi dapat memicu jerawat melalui pengaruh hormon dan insulin, terutama pada jenis susu full cream, rendah lemak, hingga tanpa lemak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Banyak yang percaya jerawat disebabkan oleh penggunaan kosmetik atau pola makan tidak sehat, seperti konsumsi makanan berminyak dan tinggi gula. Faktor-faktor ini memang berperan, namun penelitian menemukan bahwa asupan susu juga berpotensi menjadi pemicu jerawat pada sebagian individu. Meskipun susu sering dikategorikan sebagai minuman bernutrisi, dampaknya terhadap kulit tidak selalu positif bagi semua orang.

Mekanisme yang diduga menyebabkan jerawat akibat susu berkaitan dengan komponen proteinnya, khususnya whey dan kasein. Protein kasein dapat merangsang produksi insulin-like growth factor 1 (IGF-1), hormon yang berperan dalam pertumbuhan sel dan produksi minyak kulit. Peningkatan IGF-1 ini berdampak pada peningkatan sekresi sebum dan keratin, yang jika berlebihan dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat.

Sementara itu, protein whey dalam susu juga mendorong sekresi insulin, yang pada gilirannya meningkatkan kadar IGF-1. Kenaikan insulin yang signifikan, terutama saat susu dikonsumsi bersama makanan tinggi gula atau olahan, dapat memperburuk kondisi kulit. Faktor ini menjelaskan mengapa kombinasi susu dengan makanan seperti roti putih, kentang goreng, soda, atau cokelat dapat meningkatkan risiko jerawat.

Studi dari American Academy of Dermatology menyatakan bahwa hubungan antara susu sapi dan jerawat tidak terbatas pada satu jenis susu, baik itu full cream, rendah lemak, maupun tanpa lemak. Namun, belum ada bukti kuat bahwa produk olahan susu seperti keju dan yoghurt menyebabkan jerawat, sehingga kedua produk ini dianggap lebih aman bagi kulit sensitif.

Pemahaman ini penting untuk menyeimbangkan asupan nutrisi dengan kesehatan kulit. Bagi individu yang mengalami jerawat persisten, mempertimbangkan pengurangan konsumsi susu sapi dapat menjadi langkah awal dalam menangani kondisi tersebut secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya