Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW

Singapura resmi menandatangani perjanjian baru dengan Malaysia untuk mengimpor listrik sebesar 1,3 gigawatt, sebagai bagian dari strategi energi bersih dan interkoneksi regional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam rangka memperkuat kerja sama sektoral, otoritas energi Singapura dan Malaysia secara resmi memperbarui kerangka kerja sama strategis di bidang kelistrikan dan energi bersih. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di sela-sela Singapore International Energy Week (SIEW) ke-19, menandai komitmen bersama untuk memperluas interkoneksi listrik lintas batas dan mempercepat transisi energi rendah karbon. MoU ini mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan sistem kelistrikan, regulasi pasar listrik, hingga pengembangan proyek energi terbarukan dan penyimpanan energi.

Kerja sama ini mengakomodasi rencana impor listrik sebesar 1,3 gigawatt dari Malaysia, yang telah disetujui secara bersyarat oleh otoritas pasar energi Singapura. Proyek ini dilaksanakan melalui konsorsium Sembcorp Utilities Pte Ltd bersama MY Energy Consortium (MYEC), yang terdiri dari Petronas, Tenaga Nasional Bhd (TNB), dan PetroVietnam Technical Services Corporation (PTSC). Konsorsium akan memastikan kesiapan teknis, perizinan, serta penyelesaian Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) guna menjamin pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan.

Penandatanganan MoU disaksikan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Fadillah Yusof, yang juga menjabat Menteri Transisi Energi dan Transformasi Air, serta Menteri Perdagangan dan Industri Singapura (Sektor Energi dan Industri), Dr. Tan See Leng, dalam acara pembukaan SIEW 2026. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan joint development yang ditandatangani dalam forum KTT ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur pada Mei 2025, yang menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam menghadapi tantangan energi global.

Sembcorp Utilities menargetkan operasional proyek impor listrik dimulai pada 2035, dengan perencanaan pengembangan berkelanjutan selama beberapa tahun ke depan. Sumber listrik yang akan diimpor mencakup energi surya dari Malaysia serta tenaga angin lepas pantai dari Vietnam, sebagai bagian dari upaya Singapura mengintegrasikan pasokan energi rendah karbon dari berbagai sumber regional. Dengan komitmen ini, kedua negara menegaskan komitmennya terhadap stabilitas energi, keberlanjutan, dan transformasi sistem kelistrikan yang lebih tangguh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya