Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar

Gubernur BI Destry Damayanti tegaskan bank sentral aktif memantau pergerakan rupiah yang mencapai Rp18.105 per dolar AS tanpa ubah strategi intervensi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal pekan ini, menyentuh level Rp18.105 per dolar AS pada pukul 10.04 WIB, menunjukkan depresiasi sebesar 0,36% dibandingkan posisi penutupan akhir pekan sebelumnya di Rp18.040. Dalam kondisi tersebut, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa lembaga sentral tetap berada di pasar untuk memantau dinamika nilai tukar secara langsung, tanpa mengubah pendekatan intervensi yang telah ditetapkan.

Destry menekankan bahwa pergerakan rupiah secara umum dipengaruhi oleh faktor supply and demand di pasar valuta asing. Ia menegaskan bahwa pergerakan tersebut masih dalam kategori volatilitas biasa yang terus diawasi secara intensif oleh BI. "Kita tetap ada di pasar. Ini tergantung pada permintaan dan penawaran, dan kita akan terus memantau pergerakannya," ujar dia dalam forum Danantara TIIF 2026, Senin (26/10/2026).

Meski ada tekanan, Destry menegaskan belum ada perubahan strategi intervensi yang akan diterapkan. Ia menyebut bahwa volatilitas saat ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang wajar, asalkan tidak menimbulkan ketidakstabilan sistemik. BI tetap fokus pada identifikasi akar masalah atau *root cause* dari pergerakan rupiah, meski belum dapat memaparkan faktor dominan secara rinci pada saat itu.

Kendati belum menjabarkan penyebab utama, Destry menyampaikan bahwa pemantauan lebih lanjut akan dilakukan setelah ia kembali ke kantor. Ia menjelaskan bahwa dirinya belum berada di kantor sejak pagi hari, sehingga belum bisa memberikan analisis mendalam terkait perkembangan pasar saat ini. Upaya pemantauan ini menjadi bagian dari komitmen BI menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya