Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Produk terasi udang rebon dari UMKM Asahan resmi diekspor ke Thailand dalam jumlah 40 ton dengan nilai Rp230 juta, menandai langkah penting dalam pengembangan pasar internasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ekspor perdana terasi udang rebon hasil olahan UMKM Kabupaten Asahan ke pasar Thailand secara resmi dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Pengiriman sebanyak 40 ton dengan nilai sekitar Rp230 juta menjadi bukti semakin terbukanya akses pasar global bagi produk olahan perikanan lokal. Kegiatan pelepasan dilakukan di kantor Bupati Asahan, menandai kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya laut.
Pengolahan hasil tangkapan menjadi produk siap edar seperti terasi telah mengubah paradigma ekonomi perikanan di wilayah tersebut. Dengan tidak lagi mengandalkan ekspor hasil mentah, nilai tambah meningkat secara signifikan. Data dari Pemerintah Kabupaten Asahan menunjukkan peningkatan ekspor terasi dari 1.897,7 ton senilai Rp21 miliar pada 2025 menjadi 2.758,5 ton dengan nilai mencapai Rp34 miliar pada 2026, mencerminkan pertumbuhan yang pesat.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ekspor perdana ini bukan hanya sekadar transaksi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi daerah. Ia mengimbau dukungan dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar ekspor dapat berlangsung secara rutin dan meluas ke negara-negara lain. Dukungan infrastruktur, kebijakan, dan akses pembiayaan dinilai krusial bagi kelangsungan UMKM.
Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Transmigrasi, Anggota DPR RI, Wakil Gubernur Sumatera Utara, serta jajaran forkopimda dan OPD Kabupaten Asahan. Hadir pula perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta instansi terkait lainnya, menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Gubernur BI Destry Damayanti tegaskan bank sentral aktif memantau pergerakan rupiah yang mencapai Rp18.105 per dolar AS tanpa ubah strategi intervensi.
26 Oktober 2026

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
OJK menyambut positif usulan pembentukan rating pasar modal nasional, menegaskan kesiapan berkoordinasi lebih lanjut terkait rencana tersebut.
26 Oktober 2026

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
BEI memperluas komposisi Komite HSC dengan melibatkan pihak independen dari industri, akademisi, dan investor asing untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pengelolaan saham terkonsentrasi.
26 Oktober 2026

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Bursa Efek Indonesia siap terapkan sistem pengawasan berbasis teknologi canggih mulai November untuk antisipasi manipulasi harga saham secara proaktif.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW
Senin, 26 Oktober 2026, 15.46 WITA

