Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini

Rupiah melemah ke Rp18.126 per dolar AS siang ini, mendekati titik terlemah sepanjang 2026 akibat arus modal keluar dan kenaikan harga minyak global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (26/10) siang mencapai Rp18.126 per dolar AS, menunjukkan tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik. Posisi ini menguatkan kecenderungan pelemahan yang terus berlanjut sejak awal hari, dengan rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan level pembukaan pagi hari. Posisi tersebut juga lebih lemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp18.085 per dolar AS.

Pergerakan rupiah yang menunjukkan penurunan signifikan ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan dalam negeri yang masih mengalami tekanan. Arus modal keluar dari pasar saham domestik tercatat intensif, dengan volume keluar mencapai lebih dari Rp1 triliun hanya dalam sesi perdagangan pertama. Kondisi ini menambah beban terhadap rupiah yang sudah mulai rentan sebelumnya.

Selain tekanan dari pasar modal, kenaikan harga minyak dunia turut menjadi faktor penguat penurunan nilai rupiah. Kenaikan harga komoditas global tersebut memperburuk defisit neraca perdagangan dan meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar mata uang lokal. Pasar memperkirakan tekanan ini akan berlanjut jika tren harga minyak tetap tinggi.

Pengamat pasar uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa dinamika pasar ekuitas yang belum stabil menjadi salah satu penyebab utama pelemahan rupiah. Ia menyebut bahwa keluarnya modal dari pasar saham secara konsisten berdampak langsung terhadap likuiditas dan kepercayaan investor terhadap aset rupiah. Dengan demikian, kondisi ini memperbesar risiko penurunan lebih lanjut jika tidak ada intervensi yang tepat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya