Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi

Pertamina menggandeng dua perusahaan Jepang untuk mengevaluasi teknologi penyimpanan gas berbasis MOF guna mendukung ketahanan energi dan perluasan distribusi ke wilayah terpencil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Pertamina (Persero) kini tengah melakukan kajian mendalam terhadap teknologi penyimpanan dan distribusi gas berbasis Metal-Organic Frameworks (MOF) bersama Yachiyo Engineering Co., Ltd. dan Atomis Inc. dari Jepang. Kolaborasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya strategis perusahaan untuk mengatasi tantangan distribusi energi di wilayah terpencil yang terhambat akses jaringan pipa, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui inovasi teknologi.

Penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) dilakukan pada 23 Oktober 2026, dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, termasuk Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia. Perjanjian ini menjadi langkah awal dalam pengkajian teknologi CubiTan®️ yang dikembangkan Atomis, yang memanfaatkan material berpori MOF untuk mengikat molekul gas secara efisien pada tekanan lebih rendah dibanding metode konvensional.

Studi ini tidak hanya menilai kelayakan teknis, tetapi juga mengevaluasi potensi pemanfaatan gas bumi sebagai pengganti LPG impor, terutama di daerah yang belum terjangkau infrastruktur pipa. Pertamina menekankan bahwa hasil kajian harus mempertimbangkan aspek keselamatan, kelayakan operasional, keekonomian, serta kepatuhan terhadap regulasi nasional, guna memastikan keputusan berbasis data dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.

Selain teknologi penyimpanan, kolaborasi juga mencakup penilaian konsep Smart Gas Network yang menggabungkan wadah penyimpanan dengan sistem pemantauan jarak jauh. Konsep ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan pasokan dan konsumsi gas, khususnya di kawasan dengan karakteristik geografis dan infrastruktur yang heterogen. Pertamina menegaskan bahwa semua inovasi yang dikaji harus sesuai dengan kebutuhan nyata Indonesia dan berkontribusi pada transformasi energi yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya