Samsung TV 2025 Diduga Rekam Suara Tanpa Izin
Peneliti keamanan mengungkap fitur telemetri pada TV Samsung 2025 yang mencatat suara anjing dan bayi, lalu mengirim data ke server tanpa transparansi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Sebuah temuan baru menyoroti kekhawatiran privasi terkait televisi pintar Samsung edisi 2025, yang diduga secara otomatis mencatat dan melaporkan aktivitas suara ke server perusahaan. Peneliti keamanan siber mengungkap adanya kode dalam sistem operasi Tizen yang mencatat peristiwa khusus seperti gonggongan anjing dan tangisan bayi, disertai data sensor cahaya, status kamera, dan durasi pemantauan. Semua informasi tersebut dikirim dalam bentuk pasangan kunci-nilai ke infrastruktur cloud Samsung.
Temuan ini muncul setelah peneliti mengamati iklan yang tampak terlalu personal, menyebabkan kecurigaan terhadap aktivitas pemantauan tersembunyi. Setelah melakukan analisis mendalam terhadap firmware TV yang telah di-root, ditemukan pula sistem pengenalan suara berbasis kecerdasan buatan yang bekerja secara real-time, bahkan saat perangkat dalam mode siaga. Fitur ini sejatinya diiklankan oleh Samsung sebagai bagian dari layanan Vision AI 2025, termasuk Pet Care dan Family Care, yang dirancang untuk mengirim notifikasi ketika mendeteksi suara tertentu.
Namun, yang menimbulkan kontroversi adalah tidak adanya transparansi tentang pengiriman data jumlah kejadian tersebut ke server Samsung. Peneliti juga menemukan bahwa TV tanpa mikrofon internal tetap bisa mengakses perangkat terhubung seperti soundbar atau perangkat Bluetooth untuk merekam suara, menunjukkan kemampuan pengumpulan data yang lebih luas. Selain itu, terdapat jaringan saraf tiruan khusus yang melacak preferensi tontonan, durasi menonton, dan perilaku melewati iklan.
Meski fitur ini didukung oleh teknologi yang dijelaskan secara teknis, bukti empiris masih terbatas. Peneliti tidak menemukan bukti bahwa notifikasi peringatan pernah muncul di aplikasi SmartThings, dan siklus pengiriman data secara lengkap belum terverifikasi. Uji lanjutan menggunakan alat Flipper Zero menunjukkan mikrofon TV aktif selama lima detik setelah dinyalakan, kemudian mati secara otomatis. Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi
Pertamina menggandeng dua perusahaan Jepang untuk mengevaluasi teknologi penyimpanan gas berbasis MOF guna mendukung ketahanan energi dan perluasan distribusi ke wilayah terpencil.
26 Oktober 2026

AI dan Transisi 20 Tahun yang Penuh Gejolak
Bill Gates memperingatkan potensi gejolak sosial dan ekonomi selama dua dekade ke depan akibat transformasi besar akibat kecerdasan buatan.
25 Oktober 2026

AI Prediksi Kelangsungan Hidup Pasien Kanker dari Foto Wajah
Teknologi kecerdasan buatan kini mampu memperkirakan peluang hidup pasien kanker hanya berdasarkan satu foto wajah, berkat pengembangan alat berbasis analisis wajah yang akurat dan konsisten.
25 Oktober 2026

Daniel Nadler, Pendiri 'ChatGPT Dokter' yang Kaya Raya dari Teknologi Kesehatan
Daniel Nadler, pendiri OpenEvidence, kini memiliki kekayaan mencapai Rp137,5 triliun berkat platform kecerdasan buatan yang membantu dokter dalam pengambilan keputusan klinis.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

