BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
BEI memperluas komposisi Komite HSC dengan melibatkan pihak independen dari industri, akademisi, dan investor asing untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pengelolaan saham terkonsentrasi.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan pembaruan struktur Komite Kepemilikan Saham Terkonsentrasi (HSC) dengan menambahkan perwakilan independen dari berbagai lapisan pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan proses penetapan saham dalam indeks saham (IHSG) berjalan lebih objektif dan terbuka. Komite yang sebelumnya hanya diisi oleh anggota Self-Regulatory Organization (SRO) kini diperluas untuk mencerminkan keragaman perspektif dari dunia pasar modal, akademik, dan institusi keuangan global.
Dengan jumlah anggota kini mencapai sembilan orang, komposisi baru mencakup empat perwakilan dari SRO serta lima wajah baru dari luar institusi tersebut. Di antaranya adalah dua direksi bursa, satu direksi KPEI, satu direksi KSEI, serta tokoh dari sektor industri seperti Direktur Utama Mandiri Sekuritas dan UBS Sekuritas. Keterlibatan tokoh-tokoh ini diharapkan mampu membawa wawasan praktis dan pengalaman operasional yang relevan dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, BEI juga mengundang akademisi dan pakar tata kelola perusahaan, termasuk Ketua Umum Dewan Pengurus KNKG Mardiasmo dan Eduardus Tandelilin, untuk memberikan masukan berbasis riset dan kebijakan. Di sisi lain, perwakilan dari investor asing dan pengelola dana portofolio berpengalaman lebih dari tiga dekade, seperti Chapman Taylor dari Capital Group, turut dilibatkan. Kehadiran mereka menekankan komitmen BEI terhadap standar global dalam pengelolaan pasar modal.
Direktur Utama BEI menegaskan bahwa perluasan komite bertujuan untuk memperkuat kepercayaan pasar dan memastikan keputusan yang diambil mencerminkan kepentingan berbagai pihak. Ia menilai kolaborasi lintas sektor akan meningkatkan kredibilitas output komite, terutama dalam menentukan kriteria saham yang masuk atau keluar dari indeks utama. Dengan struktur yang lebih inklusif, BEI berharap dapat menjadi pusat pasar modal yang lebih transparan, akuntabel, dan menarik bagi investor domestik maupun internasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Gubernur BI Destry Damayanti tegaskan bank sentral aktif memantau pergerakan rupiah yang mencapai Rp18.105 per dolar AS tanpa ubah strategi intervensi.
26 Oktober 2026

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
OJK menyambut positif usulan pembentukan rating pasar modal nasional, menegaskan kesiapan berkoordinasi lebih lanjut terkait rencana tersebut.
26 Oktober 2026

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Produk terasi udang rebon dari UMKM Asahan resmi diekspor ke Thailand dalam jumlah 40 ton dengan nilai Rp230 juta, menandai langkah penting dalam pengembangan pasar internasional.
26 Oktober 2026

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Bursa Efek Indonesia siap terapkan sistem pengawasan berbasis teknologi canggih mulai November untuk antisipasi manipulasi harga saham secara proaktif.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW
Senin, 26 Oktober 2026, 15.46 WITA

