BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Bursa Efek Indonesia siap terapkan sistem pengawasan berbasis teknologi canggih mulai November untuk antisipasi manipulasi harga saham secara proaktif.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Bursa Efek Indonesia (BEI) mempersiapkan penerapan skema pengawasan baru yang akan mulai berlaku pada bulan November mendatang. Langkah ini diambil untuk memastikan aktivitas perdagangan saham berjalan secara teratur, wajar, dan efisien, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap investor. Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan bahwa transformasi sistem pengawasan ini merupakan respons terhadap dinamika pasar yang semakin kompleks dan membutuhkan pendekatan yang lebih responsif dan akurat.
Salah satu perubahan utama adalah pengurangan penggunaan tindakan konvensional seperti Immediate Action atau Unusual Market Activity (UMA). Sebagai gantinya, BEI akan mengandalkan sistem deteksi berbasis teknologi canggih yang setara dengan standar bursa global. Teknologi ini mampu mengidentifikasi indikasi awal manipulasi harga secara real time, memungkinkan tindakan lebih cepat dan berbasis bukti. Dengan demikian, respons yang diberikan tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif terhadap potensi penyimpangan pasar.
Bila terdeteksi transaksi mencurigakan, BEI akan secara transparan mengumumkan kepada publik bahwa saham tertentu sedang dalam tahap investigasi. Proses ini akan mencakup periode transaksi tertentu dan melibatkan pemantauan intensif terhadap aktivitas rekening efek. Selama investigasi berlangsung, bursa berhak menerapkan berbagai tindakan, termasuk pemberian peringatan, pembatasan aktivitas, hingga suspensi sementara atas rekening efek yang diduga terlibat. Keputusan ini diambil berdasarkan bukti dan analisis sistematis, bukan sekadar asumsi.
Sosialisasi mengenai mekanisme baru ini telah dimulai pekan ini dan ditujukan khusus untuk para anggota bursa. BEI menargetkan implementasi sistem secara menyeluruh dalam waktu dekat, dengan harapan dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan menjaga integritas pasar modal. Jeffrey menegaskan bahwa pendekatan baru ini tidak hanya menekankan efisiensi, tetapi juga keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan pasar saham nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Gubernur BI Destry Damayanti tegaskan bank sentral aktif memantau pergerakan rupiah yang mencapai Rp18.105 per dolar AS tanpa ubah strategi intervensi.
26 Oktober 2026

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
OJK menyambut positif usulan pembentukan rating pasar modal nasional, menegaskan kesiapan berkoordinasi lebih lanjut terkait rencana tersebut.
26 Oktober 2026

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
BEI memperluas komposisi Komite HSC dengan melibatkan pihak independen dari industri, akademisi, dan investor asing untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pengelolaan saham terkonsentrasi.
26 Oktober 2026

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Produk terasi udang rebon dari UMKM Asahan resmi diekspor ke Thailand dalam jumlah 40 ton dengan nilai Rp230 juta, menandai langkah penting dalam pengembangan pasar internasional.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW
Senin, 26 Oktober 2026, 15.46 WITA

