Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan
Menteri Koordinator Pangan menyalurkan bantuan beras 30 kg per penerima selama tiga bulan kepada 164 warga desil 1-4 di Asahan, sekaligus melepas ekspor perdana terasi udang rebon ke Thailand senilai Rp230 juta.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara langsung menyerahkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per penerima kepada 164 warga di wilayah desil 1 hingga 4 Kabupaten Asahan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok rentan yang berada di tingkat keterbatasan ekonomi tertinggi, dengan rincian 10 kg per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak Juli hingga September 2026, dengan rencana lanjutan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan jumlah dan mekanisme serupa.
Di sisi lain, pemerintah memperkuat stabilitas harga pangan di pasar dengan menambah pasokan beras SPHP sebanyak 1 juta ton hingga April 2027. Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas, terutama di luar kategori desil 1-4. Dengan kehadiran Zulhas di lokasi, ekspor perdana produk lokal pun diluncurkan—berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton yang dikirim ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta.
Ekspor ini menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM di Asahan, khususnya sektor hasil laut. Berdasarkan data Pemkab Asahan, volume ekspor terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton senilai Rp21 miliar, meningkat signifikan menjadi 2.758,5 ton pada 2026 dengan nilai mencapai Rp34 miliar. Peningkatan ini menunjukkan potensi besar dari produk olahan perikanan lokal yang dapat menembus pasar internasional.
Zulhas menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah. Ia meminta sinergi dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah agar UMKM Asahan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan garis pantai sepanjang 56 kilometer di Selat Malaka, Asahan tercatat sebagai salah satu pusat produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatra Utara, dengan produksi hingga September 2026 mencapai 50.658 ton.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Gubernur BI Destry Damayanti tegaskan bank sentral aktif memantau pergerakan rupiah yang mencapai Rp18.105 per dolar AS tanpa ubah strategi intervensi.
26 Oktober 2026

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
OJK menyambut positif usulan pembentukan rating pasar modal nasional, menegaskan kesiapan berkoordinasi lebih lanjut terkait rencana tersebut.
26 Oktober 2026

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
BEI memperluas komposisi Komite HSC dengan melibatkan pihak independen dari industri, akademisi, dan investor asing untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pengelolaan saham terkonsentrasi.
26 Oktober 2026

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Produk terasi udang rebon dari UMKM Asahan resmi diekspor ke Thailand dalam jumlah 40 ton dengan nilai Rp230 juta, menandai langkah penting dalam pengembangan pasar internasional.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW
Senin, 26 Oktober 2026, 15.46 WITA

