Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan

Menteri Koordinator Pangan menyalurkan bantuan beras 30 kg per penerima selama tiga bulan kepada 164 warga desil 1-4 di Asahan, sekaligus melepas ekspor perdana terasi udang rebon ke Thailand senilai Rp230 juta.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, secara langsung menyerahkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram per penerima kepada 164 warga di wilayah desil 1 hingga 4 Kabupaten Asahan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok rentan yang berada di tingkat keterbatasan ekonomi tertinggi, dengan rincian 10 kg per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak Juli hingga September 2026, dengan rencana lanjutan untuk periode Oktober hingga Desember 2026 dengan jumlah dan mekanisme serupa.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat stabilitas harga pangan di pasar dengan menambah pasokan beras SPHP sebanyak 1 juta ton hingga April 2027. Langkah ini bertujuan menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat luas, terutama di luar kategori desil 1-4. Dengan kehadiran Zulhas di lokasi, ekspor perdana produk lokal pun diluncurkan—berupa terasi udang rebon sebanyak 40 ton yang dikirim ke Thailand dengan nilai sekitar Rp230 juta.

Ekspor ini menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM di Asahan, khususnya sektor hasil laut. Berdasarkan data Pemkab Asahan, volume ekspor terasi pada 2025 mencapai 1.897,7 ton senilai Rp21 miliar, meningkat signifikan menjadi 2.758,5 ton pada 2026 dengan nilai mencapai Rp34 miliar. Peningkatan ini menunjukkan potensi besar dari produk olahan perikanan lokal yang dapat menembus pasar internasional.

Zulhas menekankan pentingnya dukungan lintas sektor untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah. Ia meminta sinergi dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah agar UMKM Asahan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dengan garis pantai sepanjang 56 kilometer di Selat Malaka, Asahan tercatat sebagai salah satu pusat produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatra Utara, dengan produksi hingga September 2026 mencapai 50.658 ton.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya