OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
OJK menyambut positif usulan pembentukan rating pasar modal nasional, menegaskan kesiapan berkoordinasi lebih lanjut terkait rencana tersebut.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sikap terbuka terhadap inisiatif yang bertujuan memperkuat posisi pasar modal Indonesia, termasuk usulan pembentukan peringkat pasar sendiri. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa semua dukungan yang datang dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif, selalu disambut dengan baik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem pasar modal yang lebih stabil dan berdaya saing tinggi.
Usulan tersebut muncul menyusul perdebatan mengenai klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang tengah mengkaji kemungkinan menurunkan status Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) ke kategori pasar mandiri (standalone market). MSCI masih dalam masa konsultasi publik hingga 30 April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan pada 30 Juni 2027. Kategori standalone market diberikan kepada pasar yang dinilai memiliki keterbukaan terhadap investor asing sangat terbatas, likuiditas rendah, serta tantangan dalam tata kelola dan regulasi.
Hasan menegaskan bahwa meski belum ada keputusan final dari MSCI, OJK tetap memantau perkembangan secara cermat. Ia menyatakan bahwa segala usulan positif yang berpotensi memperkuat fundamental pasar modal akan menjadi bahan pertimbangan strategis. "Kami terbuka terhadap segala masukan yang konstruktif, dan akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait detailnya nanti," ujarnya saat berada di lokasi Gedung Bursa Efek Indonesia.
Pernyataan ini muncul dalam konteks pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menekankan kekuatan fundamental pasar modal Indonesia dan optimisme bahwa negara dapat menentukan arah dan peringkat sendiri melalui sinergi seluruh pelaku pasar. Ia menyerukan kesatuan untuk menghadapi tekanan global dan memperkuat kepercayaan investor. Unggahan di media sosialnya menegaskan komitmen bersama menuju "Bangsa Pemenang" melalui penguatan pasar modal nasional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Gubernur BI Destry Damayanti tegaskan bank sentral aktif memantau pergerakan rupiah yang mencapai Rp18.105 per dolar AS tanpa ubah strategi intervensi.
26 Oktober 2026

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
BEI memperluas komposisi Komite HSC dengan melibatkan pihak independen dari industri, akademisi, dan investor asing untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas pengelolaan saham terkonsentrasi.
26 Oktober 2026

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Produk terasi udang rebon dari UMKM Asahan resmi diekspor ke Thailand dalam jumlah 40 ton dengan nilai Rp230 juta, menandai langkah penting dalam pengembangan pasar internasional.
26 Oktober 2026

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Bursa Efek Indonesia siap terapkan sistem pengawasan berbasis teknologi canggih mulai November untuk antisipasi manipulasi harga saham secara proaktif.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Pertamina Studi Teknologi Gas Jepang untuk Perluas Akses Energi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Rupiah Sentuh Rp18.126, Dekati Level Terendah Tahun Ini
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Zulhas Dorong Ekspor Terasi Asahan dan Perkuat Akses Pangan
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Singapura- Malaysia Perkuat Kolaborasi Energi dengan Impor Listrik 1,3 GW
Senin, 26 Oktober 2026, 15.46 WITA

