Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Luiz Inácio Lula da Silva menang dalam pemilu putaran kedua dengan 51,7 persen suara, menjadi presiden pertama Brasil yang menjabat empat kali, setelah sebelumnya memimpin pada periode 2003–2010 dan 2023–2026.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Luiz Inácio Lula da Silva resmi terpilih kembali sebagai presiden Brasil setelah meraih 51,7 persen suara dalam pemilu putaran kedua yang berlangsung pada Minggu (25/10) waktu setempat. Kemenangannya atas Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro, terjadi dengan selisih tipis, mencatat sejarah sebagai pemimpin pertama dalam sejarah negara itu yang menjabat empat periode secara keseluruhan. Keberhasilan ini menegaskan kembali posisinya sebagai tokoh sentral dalam politik Brasil, meski dihadapkan pada tantangan ekonomi dan pergeseran arus politik yang cenderung ke kanan di kawasan Amerika Latin.
Lula, yang kini berusia 80 tahun, telah memimpin Brasil dalam tiga masa jabatan sebelumnya, termasuk periode 2003–2010 dan 2023–2026. Kemenangannya kali ini didukung oleh kekhawatiran publik terhadap inflasi, kejahatan, serta korupsi, yang menjadi isu utama selama kampanye. Dalam perjalanannya, ia menekankan pencapaian historis di masa lalu, seperti penurunan kemiskinan, pengurangan kesenjangan sosial, serta penurunan tingkat pengangguran, buta huruf, dan deforestasi saat menjabat sebelumnya. Kebijakan sosial dan ekonomi yang berfokus pada kesejahteraan rakyat menjadi daya tarik utama dalam kampanyenya.
Namun, pemerintahannya yang baru akan menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam aspek ekonomi. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya mencapai 2,3 persen pada tahun depan, sementara beban fiskal terus membengkak. Utang publik telah melampaui 82 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat tertinggi sejak pandemi. Suku bunga tinggi dan tekanan terhadap keseimbangan anggaran menjadi isu krusial yang harus segera diatasi dalam lima tahun ke depan.
Kemenangan Lula juga berdampak pada arah kebijakan luar negeri Brasil. Ia diperkirakan akan memperkuat kebijakan independen, mempererat hubungan dengan negara-negara Global Selatan dan China, serta mempertahankan prinsip kedaulatan nasional. Langkah ini menandai pergeseran dari kebijakan yang lebih dekat dengan Amerika Serikat, terutama dalam konteks ketegangan dengan pemerintahan Donald Trump. Dengan masa jabatan yang akan berakhir pada 2030, Lula akan menjabat selama total 16 tahun, menjadikannya salah satu pemimpin tertua yang memimpin negara dalam sejarah modern.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

InJourney Airports Turunkan Tarif Bandara 50% untuk Libur Akhir Tahun
InJourney Airports menurunkan tarif jasa kebandarudaraan hingga 50% untuk mendukung mobilitas dan menekan harga tiket pesawat selama periode Natal 2026 hingga Tahun Baru 2027.
26 Oktober 2026

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Gerakan mahasiswa Serbia menang telak dalam pemilu sela, mengakhiri dominasi 14 tahun Aleksandar Vučić yang diwarnai korupsi dan kelalaian.
26 Oktober 2026

8 Komoditas Pangan Swasembada, Surplus 4,69 Juta Ton
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mencapai swasembada di delapan komoditas pangan utama dengan produksi melampaui kebutuhan nasional sebesar 4,69 juta ton.
26 Oktober 2026

Habiburokhman Pimpin Panja RUU Perampasan Aset
Komisi III DPR RI menunjuk Habiburokhman sebagai ketua panitia kerja RUU Perampasan Aset dengan target pengesahan paling lambat 15 Desember 2026.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

BI Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Volatilitas Pasar
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Waspada Modus Penipuan BSU Incar Data Pribadi
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

Indonesia Alihkan Pasokan Gas ke Dalam Negeri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.48 WITA

OJK Respons Usulan Rating Pasar Modal Mandiri
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perluas Komite HSC Dorong Tata Kelola Lebih Baik
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon Asahan ke Thailand Sukses
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

BEI Perkuat Pengawasan Pasar Modal Mulai November
Senin, 26 Oktober 2026, 15.47 WITA

