Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

8 Komoditas Pangan Swasembada, Surplus 4,69 Juta Ton

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berhasil mencapai swasembada di delapan komoditas pangan utama dengan produksi melampaui kebutuhan nasional sebesar 4,69 juta ton.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 15.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
8 Komoditas Pangan Swasembada, Surplus 4,69 Juta Ton📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mencapai kemandirian pangan nasional, dengan delapan komoditas strategis berhasil mencapai swasembada pada akhir periode dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan proyeksi neraca pangan 2026 oleh Badan Pangan Nasional, produksi dalam negeri telah melampaui kebutuhan masyarakat untuk komoditas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Secara agregat, total produksi kedelapan komoditas tersebut diperkirakan mencapai 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada pada angka 68,22 juta ton. Angka ini menunjukkan surplus sebesar 4,69 juta ton, yang menjadi bukti nyata kinerja optimal dalam pengelolaan produksi pangan. Capaian ini menegaskan bahwa sistem pertanian dan distribusi telah berjalan efektif, memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pencapaian swasembada ini merupakan tonggak penting dalam upaya penguatan kemandirian pangan. Ia menyatakan bahwa pangan pokok seperti beras kini telah terjamin kecukupannya secara nasional, tanpa harus mengandalkan impor. Kondisi ini memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada stabilitas harga dan peningkatan kualitas distribusi, terutama di daerah terpencil.

Dengan surplus yang dihasilkan, pemerintah memiliki ruang strategis untuk menyiapkan cadangan pangan nasional dan memperkuat sistem logistik pangan dalam menghadapi risiko ketidakstabilan global. Keberhasilan ini juga menjadi fondasi bagi kebijakan lanjutan dalam mendukung petani, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan produksi jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya